Tabanan –
Tek-Tekan Nangkluk Merana merupakan tradisi sakral di Desa Adat Kediri, Tabanan, Bali. Tradisi ini digelar oleh warga atau krama banjar setempat menjelang Hari Raya Nyepi.
Bendesa Adat Kediri, Ida Bagus Ketut Arsana, mengungkapkan tradisi Tek Tekan Nangkluk Merana merupakan ritual untuk menolak wabah penyakit maupun hama di wilayah Desa Adat Kediri. Tradisi menjelang Nyepi ini diwariskan secara turun-temurun dan tetap dilestarikan hingga kini.
“Warga di tujuh banjar akan berkeliling desa sambil membunyikan okokan dan sarana tradisi lainnya. Tradisi ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan dan keharmonisan wilayah desa menjelang Hari Raya Nyepi,” ujar Arsana, Minggu (8/3/2026).
Ada beberapa persiapan sebelum tradisi itu digelar. Salah satunya adalah prosesi penyucian okokan dan kentongan yang akan digunakan saat kegiatan Tek-Tekan Nangkluk Merana.
Arsana menuturkan rangkaian tradisi akan berlangsung selama enam hari dari 12-17 Maret 2026. Menurutnya, tradisi itu diikuti oleh seluruh warga dari tujuh banjar di Desa Adat Kediri.
Sementara itu, krama Banjar Sema, Desa Kediri, sudah menggelar prosesi penyucian sarana pada Sabtu (7/3/2026). Prosesi ini berlangsung di Beji Bingin Desa Adat Kediri.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Okokan, kentongan, dan perangkat baleganjur kami sucikan terlebih dahulu agar saat digunakan dalam kegiatan tetap terjaga kesuciannya,” ujar Kelian Banjar Sema, I Ketut Budi Muliawan.
Muliawan menuturkan tradisi ini tidak hanya memiliki makna religius sebagai simbol penolak bala. Melainkan juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan krama banjar dalam menjaga tradisi dan warisan leluhur.






