Tidak Sama! Ini Perbedaan Cara Merayakan Imlek di Indonesia dan China

Posted on
Daftar Isi

Denpasar

Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina adalah sebuah perayaan yang sangat penting bagi orang Tionghoa. Perayaan tahun baru ini didasarkan oleh penanggalan lunar (bulan).

Imlek yang selalu dijadikan perayaan penuh makna, warna dan harapan baru ini tidak hanya semata-mata menjadi penanda pergantian tahun. Namun juga menjadi momen untuk bersiap melangkah ke kehidupan yang lebih baik di tahun berikutnya.

Meski memiliki akar yang sama, dari penyebaran penduduk Tionghoa yang hampir ke seluruh belahan bumi termasuk Indonesia perayaan imlek antara dua negara ini ternyata memiliki ciri khasnya masing-masing. Baik itu dari sejarah, latar sosial, hingga budaya.

Di tahun ini perayaan Imlek jatuh pada 17 Februari 2026 Tahun Kuda Api. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Apa Perbedaan Perayaan Imlek di Indonesia dan China?

People enjoy light installations at a park on Lantern Festival, which marks the end of the Lunar New Year celebrations, in Beijing, China February, 24, 2024. REUTERS/Tingshu WangPeople enjoy light installations at a park on Lantern Festival, which marks the end of the Lunar New Year celebrations, in Beijing, China February, 24, 2024. REUTERS/Tingshu Wang Foto: REUTERS/TINGSHU WANG

Perbedaan paling mencolok antara perayaan Imlek di Indonesia dengan China adalah rentang waktu perayaannya. Jika di negara asalnya, China, maka perayaan akan berlangsung selama 15 hari. Perayaannya tersebut juga dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Sedangkan di Indonesia sendiri perayaan Imlek berlangsung lebih singkat yaitu 1-2 hari. Berikut beberapa perbedaan lainnya:

· Sejarah

Bagi masyarakat Tiongkok, perayaan Tahun Baru Imlek dilambangkan dengan ajang reuni keluarga, bentuk rasa syukur, dan harapan keberuntungan untuk tahun berikutnya. Sedangkan di Indonesia istilah Imlek ini baru mulai dikenal luas sejak era kepemimpinan Presiden Gus Dur dan diakui sebagai hari libur nasional.

· Tradisi

Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota.Dentum tambur menggema dari Kelenteng Tjo Su Bio, Tangerang, saat pemuda lintas budaya berlatih barongsai jelang Imlek. Tradisi dirawat di tengah kota. Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Perayaan Imlek di Indonesia didominasi dengan warna merah yang dianggap sebagai warna keberuntungan. Selain itu karakteristik yang unik juga menjadi pembeda yang mana Imlek di Indonesia sudah melalui akulturasi dengan budaya lokal.

Tentunya ini jauh berbeda jika dibandingkan perayaan di China. Yang mana perayaan ini juga dikenal sebagai Chunjie atau Festival Musim Semi dan menjadi mudik massal terbesar dengan tujuan kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Imlek juga menjadi simbol peralihan musim dari musim dingin ke musim semi.

· Kuliner Khas

Sajian kuliner imlek di The Trans Luxury Hotel Bandung.Sajian kuliner imlek. Foto: Istimewa

Seperti yang sama-sama kita ketahui, jika sudah memasuki perayaan Imlek maka akan muncul hidangan seperti Lontong Cap Go Meh dan Kue Keranjang yang sangat ikonik di Indonesia. Jika di China makanan wajib untuk perayaan Imlek adalah pangsit atau Jiaozi di wilayah Utara, sedangkan wilayah bagian Selatan didominasi dengan mie dan ikan.

Dengan memahami perbedaan di atas, bisa dilihat makna Imlek bagi masyarakat China menjadi simbol identitas dan jalinan ikatan keluarga yang kuat. Sedangkan di Indonesia, Imlek memiliki makna ganda menjadi perayaan budaya dan simbol toleransi dalam masyarakat multikultural.

Meski memiliki perbedaan, namun Imlek tetap tumbuh dan mampu beradaptasi dengan budaya lokal dengan semangat keberagaman. Gong Xi Fa Cai!