Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar lima jam.
Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengungkap isi diskusi Prabowo dengan sejumlah tokoh tersebut. Samad turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (30/1) sore hingga malam itu.
Menurut Samad, Prabowo menyampaikan sejumlah program pemerintah hingga hasil pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Para tamu yang diundang, dia berujar, juga menyampaikan idenya kepada Prabowo.
“Pak Prabowo lebih banyak santai kayak lepas dan sambil bercanda kan dia presentasi cukup lama juga tentang program. Jadi dia cukup mempresentasikan beberapa hal tentang penyelamatan sumber daya alam, terus program-program pemerintah, terus hasil forum ekonomi di Davos, Swiss,” ujar Samad kepada wartawan, Minggu (1/2/2026), dikutip dari.
“Memang waktu lima jam terasa lama kalau kita lihat. Tapi sebenarnya itu singkat bagi kita karena kita nggak sempat makan malam,” imbuhnya.
Samad mengungkapkan dirinya diundang dalam kapasitas sebagai mantan Ketua KPK. Selain Samad, ada sekitar tujuh tokoh lainnya yang hadir dalam pertemuan dengan Prabowo tersebut.
“Pertemuan itu ada sekitar tujuh orang ya diundang, saya lupa. Tapi kalau dari pemerintah yang hadir Presiden Pak Prabowo, Menlu Sugiono, Mensesneg, kemudian Pak Sjafrie sendiri, dan ada satu lagi Mayjen Purnawirawan Zacky Makarim. Itu yang hadir yang saya ingat. Dan saya Profesor Dr Siti Zuhro dari BRIN dan ada lagi beberapa gitu, saya agak lupa,” kata Samad.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Eks Ketua KPK Abraham Samad. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom) |
Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Samad menuturkan dirinya diminta pandangan tentang upaya meningkatkan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia. Dalam diskusi itu, Samad menyampaikan perlunya roadmap pemberantasan korupsi yang lebih efektif.
“Saya bilang pemberantasan korupsi selama ini tidak menyentuh akar permasalahannya, jadi dia harus menyentuh akar permasalahannya agar supaya efektif,” imbuh Samad.
Terkait indeks persepsi korupsi, Samad menyebut ada empat hal yang harus diperhatikan merujuk United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Empat hal yang tersebut adalah foreign bribery (penyuapan pejabat negeri asing), trading influence (perdagangan pengaruh), elite enrichment (peningkatan harta kekayaan penyelenggara negara), dan commercial bribery (suap sektor swasta).
Samad menyebutkan Prabowo sempat bertanya mengapa bisa KPK tidak seperti dulu. Ia pun menjawab bahwa faktor penyebabnya antara lain karena Undang-Undang KPK direvisi pada 2019. Revisi UU KPK itu dinilai memangkas kewenangan KPK serta kedudukan KPK tidak independen di bawah rumpun eksekutif.
“Karena menurut saya kalau kita merujuk UNCAC, UNCAC itu mengatur bahwa lembaga-lembaga antikorupsi di dunia haruslah sifatnya independen, bukan dibawa rumpun eksekutif. Oleh karena itu, menurut saya, karena kita sudah menandatangani UNCAC dan reatifikasi harusnya kita ikut. Jadi ini kita menyalahkan saya bilang, harusnya independen seperti dulu,” kata Samad.
“Ketiga saya mempersoalkan rekrutmen komisioner KPK di masa lalu karena tidak mengindahkan masukan masyarakat. Dulu waktu jaman Firli itu banyak masukan dari masyarakat bahkan dari KPK bahwa orang ini tidak layak pimpin KPK. Tapi itu diabaikan, itu salah satu penyebab faktornya, sehingga ketika terpilih Firli-Lili itu melakukan tindak pidana. Jadi integritasnya, moralitasnya, hancur tapi tetap dipilih, jadi itu rekrutmen yang bermasalah,” sambungnya.
Samad juga mempermasalahkan tes wawasan kebangsaan (TWK) yang memecat 57 orang pegawai KPK. Ia menilai TWK menjadi rekayasa pimpinan KPK sebelumnya untuk menyingkirkan 57 orang yang sesungguhnya berintegritas di KPK.
Samad dan seluruh undangan juga diminta tanggapan tentang reformasi kepolisian. Para tokoh sepakat bahwa reformasi kepolisian itu menjadi sebuah keharusan.
Penyelamatan SDA hingga Board of Peace
Selain itu, penyelamatan sumber daya alam (SDA) dibahas karena ada Satgas PKH sudah dibentuk. Samad mengatakan upaya penyelamatan SDA pernah dilakukannya saat jadi pimpinan KPK meski ketika itu belum dibentuk satgas.
“Jadi sebenarnya ini sudah pernah ada. Oleh karena itu, saya bilang fokus utama pemberantasan korupsi juga bisa diarahkan kepada penyelamatan sumber daya alam, saya bilang. Kalau kita ingin revenue kita bagus, kalau kita ingin pendapatan negara kita bagus, selamatkan sumber daya alam kita,” kata Samad.
Prabowo, menurut Samad, juga menyampaikan alasan Indonesia masuk Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Samad mengungkapkan, menurut ucapan Prabowo, bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace bukan harga mati.
“Dia menyampaikan bahwa Indonesia bergabung tapi tidak harga mati. Artinya, kalau dalam perjalanannya ternyata menimbulkan mudarat bagi warga Palestina dan Gaza, Indonesia bisa keluar menarik diri kembali,” imbuhnya.
Terakhir, Prabowo juga menekankan bahwa dia sudah bertekad perang terhadap oligarki yang mengganggu sumber daya alam. Prabowo disebut akan mengejar dan enggan bernegosiasi dengan oligarki yang dapat keuntungan dari SDA.
“Nah, itu komitmen dia bahwa dia akan memburu oligarki, siapa pun oligarki itu dia bilang. Mau 9 naga, dia bilang, dia sebut, mau 9 naga, siapa pun dia akan mengejar, dan dia tidak akan bernegosiasi. itu janji dia ke kita, itu janji kan,” imbuhnya.
. Baca selengkapnya di sini!







