Terseret Skandal Epstein, Putri Mahkota Norwegia Terpojok

Posted on

Denpasar

Nama Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, terseret dalam pusaran dokumen milik terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Polemik itu memaksanya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga kerajaan serta publik Norwegia atas hubungan pertemanannya dengan Epstein.

“Saya sangat menyesali persahabatan saya dengan Jeffrey Epstein. Penting bagi saya untuk meminta maaf kepada semua orang yang telah saya kecewakan,” kata Mette-Marit, dilansir dari, Jumat (6/2/2026).

Nama Mette-Marit tercantum dalam Epstein Files yang dirilis pekan lalu oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Dokumen tersebut memuat sejumlah interaksi personal dan mengungkap kedekatan hubungan keduanya, yang kemudian memicu pertanyaan publik di Norwegia soal kelayakan Mette-Marit menjadi ratu.

Meski penyebutan nama seseorang dalam dokumen Epstein tidak selalu berarti adanya pelanggaran hukum, kemunculan nama Putri Mahkota Norwegia itu memantik perdebatan dan pro-kontra di tengah publik terkait peluangnya sebagai penerus takhta.

“Saya juga menyesali situasi yang telah saya timbulkan pada keluarga kerajaan, terutama raja dan ratu,” ujar Mette-Marit.

Isi Dokumen Epstein

Dokumen Epstein mengungkap sejumlah komunikasi antara Mette-Marit dan terpidana asal AS tersebut. Pada 2011, Mette-Marit menulis kepada Epstein bahwa dia telah mencari di Google tentangnya dan menambahkan itu tidak terlihat terlalu bagus, dengan kalimat diakhiri emoji tersenyum.

Setahun berselang, pada 2012, Epstein memberi tahu Mette-Marit bahwa dia berada di Paris untuk mencari istri. Mette-Marit membalas dengan menyebut Paris cocok untuk perzinaan dan menambahkan bahwa orang Skandinavia lebih cocok menjadi istri.

Tekanan Publik dan Politik

Kontroversi tersebut berimbas pada persepsi publik. Sebuah jajak pendapat pekan ini menunjukkan hampir setengah warga Norwegia menyatakan Mette-Marit seharusnya tidak menjadi ratu, sementara kurang dari sepertiga responden menyatakan dukungan.

Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, turut mendesak Mette-Marit untuk memberikan penjelasan terkait banyaknya email yang ia tukar dengan Epstein sepanjang 2011 hingga 2014, atau lebih dari satu dekade setelah pernikahannya dengan Putra Mahkota Haakon.

Sebagai informasi, Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas kasus meminta anak di bawah umur untuk prostitusi. Ia meninggal dunia pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.