Tekan Banjir Rob, Batu Boulder Mulai Dipasang di Sejumlah Pantai Mataram

Posted on

Mataram

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai memasang batu boulder di sejumlah pesisir pantai untuk meminimalisasi dampak banjir rob. Salah satu lokasi pemasangan berada di Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

“Kemarin kami sudah koordinasi dengan Buk Kadis PUPR, sesuai arahan Pak Wali, (Pantai Loang Baloq) tingkat abrasinya cukup tinggi. Batu boulder sudah mulai diletakkan,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Mataram, Cahya Samudra, saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis (5/2/2026).

Pantauan di lokasi, pemasangan batu boulder mulai dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Beberapa truk dan alat berat diturunkan untuk mempercepat pemasangan batu boulder.

Cahya berharap pemasangan batu boulder dapat dilakukan sepanjang Pantai Loang Baloq dengan total panjang kurang dari 300 meter.

Ia menjelaskan, pascabanjir rob yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah pohon di kawasan Pantai Loang Baloq mulai tergerus abrasi. Kondisi itu dikhawatirkan akan semakin parah jika gelombang laut masuk ke area kolam di sekitar pantai.

“Jadi khawatir kalau ombak nanti sampai masuk ke dalam kolam, nanti bisa memperparah,” ucapnya.

Di sisi lain, Cahya menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PUPR Mataram terkait pemasangan batu boulder di sejumlah destinasi pantai Mataram. Di antaranya, Pantai Boom Ampenan, Pantai Gading, dan beberapa pantai lainnya.

“Kami mengajukan hampir di seluruh pesisir, karena itu destinasi wisata semua. Bukan hanya yang aset pemerintah, tetapi seluruh pesisir pantai itu adalah destinasi wisata,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem di Mataram beberapa waktu lalu berdampak pada ribuan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mataram mencatat sebanyak 800 kepala keluarga (KK) atau 4.000 warga terdampak banjir rob hingga luapan Sungai Jangkok.

“Kalau kami totalkan ada 800 KK yang terdampak, ada yang karena abrasi, banjir rob, dan luapan Sungai Jangkok. (Lokasinya) di Kopajali Jempong Baru, Tanjung Karang, Ampenan Selatan di Penghulu Agung, hingga di Kelurahan Bintaro, Ampenan,” kata Plt Kalak BPBD Mataram, Muzaki, saat diwawancarai, sebelumnya.

Menurut Muzaki, kerusakan rumah terparah terjadi di Lingkungan Bugis dan Bintaro, Ampenan. Terdapat 20 rumah rusak berat disana, sehingga mereka terpaksa tinggal di tenda untuk sementara.

“Rumah warga yang rusak berat rata-rata berada di bibir pantai. Posko hingga dapur umum yang kami bangun di sana akan diperpanjang hingga pekan ini, guna mempercepat proses perbaikan,” tutur Muzaki.