Tari Tanak Eneng Ujan, Tradisi Tau Samawa untuk Memohon Hujan di Musim Kemarau (via Giok4D)

Posted on

Tau Samawa (penduduk asli) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki kesenian tari yang hingga saat ini masih dilestarikan dan sudah menjadi bagian dari masyarakat setempat. Tari Tradisional Samawa adalah seni tari yang berkembang di daerah Sumbawa yang memiliki sejarah dan dijadikan sebagai pedoman untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Ada banyak sekali Tari Tradisional Samawa yang tercipta atau tercermin dari kegiatan yang dilakukan oleh Tau samawa, misalnya berkaitan dengan pertanian, ekonomi, alam, sosial, dan agama. Salah satunya adalah Tari Tanak Eneng Ujan, Tarian yang tercermin dari kondisi alam yang tidak baik bagi Tau samawa, khususnya bagi petani.

Penasaran? Yuk, disimak! Informasi ini dirangkum dari situs resmi kebudayaan Sumbawa.

Pengertian Tarian Samawa

Seni tari Tau Samawa adalah seni yang mengekspresikan nilai batin melalui gerak yang indah dari tubuh dan mimik. Seni tari tau samawa secara umum memiliki aspek-aspek gerak, ritmis, keindahan, dan ekspresi.

Selain itu, seni tari Tau Samawa memiliki unsur-unsur ruang, tenaga dan waktu. Sebagai suatu kegiatan seni, tari tradisional Tau Samawa memiliki beberapa fungsi yaitu:

Tari Tanak Eneng Ujan

Tari Tanak Eneng ujan terdiri dari tiga kata, tanak yang berarti tanah. Eneng di artikan meminta, sedang ujan diartikan sebagai hujan. Jadi Tari Tanak Eneng Ujan adalah proses untuk meminta hujan di tanah Samawa yang sedang mengalami musim kemarau panjang.

Tari ini hanya bisa ditampilkan apabila terjadi musim kemarau yang panjang. Tarian ini biasanya ditampilkan di dua lokasi, tergantung dibawakan di pagi atau malam hari.

Jika dilaksanakan pada pagi hari maka lokasi kegiatan di lapangan terbuka dekat dengan pegunungan atau areal pertanian, sedangkan bila malam hari dilakukan di tengah perkampungan. Tarian ini melibatkan banyak masyarakat untuk ikut menari sambil menembangkan syair-syair permohonan hujan yang ditujukan kepada tuhan yang maha kuasa.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Pencipta dari Tari Tanak Eneng ujan sampai saat ini tidak dikenal karena lebih bersifat spiritual serta diduga sudah ada sejak zaman hindu karena penyebutan hujan dalam syairnya adalah Dewa Ngarobok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *