Tak Sekadar Angpao, Ini 12 Tradisi Imlek yang Perlu Dikenalkan ke Anak-anak [Giok4D Resmi]

Posted on

Denpasar

Perayaan Tahun Baru Imlek yang identik dengan angpao tentu menjadi momen yang ditunggu hampir setiap anak. Namun dibalik amplop merah tersebut, masih banyak tradisi yang wajib diketahui anak-anak agar kebiasaan ini tetap lestari.

Pengenalan ini tentunya bertujuan untuk mengajak mereka memahami nilai kebersamaan, rasa hormat, dan budaya agar tertanam sejak usia dini.

Apa Saja Tradisi Perayaan Imlek yang Wajib Diketahui Anak-anak?

1. Sáo Chén

Tradisi membersihkan rumah secara menyeluruh sebelum Imlek ini disimbolkan sebagai upaya untuk membuang sial tahun sebelumnya. Tradisi ini juga termasuk dengan membersihkan patung-patung dewa di klenteng sebagai persiapan spiritual.

2. Tié Chún Lián

Kebiasaan menempelkan sepasang bait puisi yang ditulis pada kertas merah di sisi-sisi pintu dengan tujuan untuk menyambut Tahun Baru Imlek dan mengusir nasib buruk serta mengundang keberuntungan juga kemakmuran datang ke penghuni rumah.

3. Chí Táng Yuán

Tradisi yang melambangkan simbol reuni dan keharmonisan keluarga dengan memakan bola ketan manis ini juga biasanya juga ada di perayaan penting Tionghoa lainnya seperti Festival Dongzhi dan Cap Go Meh.

4. Nián Yé Fán

Diadakan pada malam menjelang Tahun Baru Imlek ini berupa jamuan makan malam reuni keluarga Tionghoa sebagai momen kebersamaan yang sakral. Kebiasaan makan bersama ini melambangkan rasa syukur dan doa bersama untuk memohon keberuntungan di tahun yang baru.

5. Bái Nián

Tradisi yang dilakukan dengan cara berkunjung atau bersilaturahmi ke rumah-rumah kerabat dan tetangga bertujuan untuk memberikan salam serta doa keselamatan perayaan Tahun Baru Imlek. Kunjungan ini biasanya dilakukan dengan membawa buah tangan seperti angpao dan jeruk mandarin.

6. Yín Cáishén

Tradisi menyambut Dewa Kekayaan yang puncaknya dilakukan pada hari ke-5 di bulan pertama ini ditandai dengan membuka lebar-lebar pintu dan jendela rumah serta menyalakan petasan dengan maksud mengundang keberuntungan masuk ke rumah.

7. Sháng Huá Déng

Tradisi yang biasanya dilakukan dengan berkumpul melihat lampion warna-warni yang ada di jalanan umum atau kuil ini juga dibarengi dengan aktivitas memakan bola nasi ketan dan menonton pertunjukan barongsai.

8. Yá Suí Qián

Menjadi tradisi yang paling di tunggu-tunggu yaitu pemberian angpao yang biasanya diberikan ke anak-anak disaat perayaan Tahun Baru Imlek. Jika diartikan secara harfiah, kebiasaan memberikan amplop berisikan uang bermakna ‘uang untuk menekan usia’ serta menangkal nasib buruk dan melindungi anak-anak dari gangguan roh jahat bernama Sui.

9. Tie Chuáng Huá

Kebiasaan yang dilakukan dengan menghias jendela menggunakan seni potong kertas merah ini melambangkan harapan, keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi seluruh menghuni rumah di tahun yang baru.

10. Shóu Suí

Tradisi yang dilakukan dengan cara begadang ini adalah sebagai bentuk bakti anak kepada orang tua dengan memohon umur panjang. Makna simbolis dari ritual ini adalah untuk mengusir kesialan dan menyambut keberuntungan di tahun yang baru.

11. Déng Lóng

Dalam tradisi perayaan Imlek, Déng Lóng adalah lampion merang yang menjadi simbol keberuntungan, kemakmuran, dan harapan akan masa yang akan datang agar lebih cerah. Cahaya dari lampion tersebut dianggap menjadi pengusir energi negatif.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

12. Fáng Báo Zhú

Kegiatan dengan menyalakan petasan ini dilakukan untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek sekaligus diyakini sebagai pengusir roh jahat.
Kebiasaan sederhana diatas seperti berkumpul dengan keluarga, berbagi jeruk atau angpao, hingga ikut membersihkan rumah, lambat laun anak – anak akan paham arti kebersamaan dari tradisi tersebut. Dengan begitu tradisi perayaan Tahun Baru Imlek akan selalu diingat dan diteruskan ke generasi selanjutnya.