Tahan Tangis, Jaya Negara Mohon Kades Denpasar Bantu Kelola Sampah baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Denpasar

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menahan tangis saat memohon dukungan seluruh kepala desa, bendesa adat, dan camat se-Denpasar untuk membantu pengelolaan sampah kota melalui desa-desa. Permohonan itu disampaikan dalam pertemuan di Graha Sewaka Dharma, Denpasar.

Jaya Negara awalnya menyampaikan Instruksi Wali Kota Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Sampah. Instruksi tersebut juga merujuk pada status Pemerintah Kota Denpasar yang kini tengah dalam tahap penyidikan terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

“Sekarang statusnya menjadi penyidikan, bapak ibu tahu semuanya tentu itu tulang punggungnya adalah Wali Kota. Karena untuk itu tityang mohon sekali,” ucap Jaya Negara terhenti menahan tangis, Senin (9/3/2026).

“Mohon sekali dukungan bapak ibu semuanya agar kita bisa bekerja sama. Saya minta dukungan agar arahan Pak Menteri bisa kita kerjakan,” sambungnya yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Dalam Instruksi Wali Kota tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bersama para camat diwajibkan melakukan sosialisasi serta memfasilitasi pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah di desa dan kelurahan di wilayah masing-masing.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Selain itu, mereka juga diminta melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan sampah, terutama terkait pembuatan sumur komposter atau teba modern serta metode komposter lainnya.

Sementara itu, perbekel dan lurah diwajibkan melakukan sosialisasi sekaligus mempercepat realisasi pembangunan teba modern di wilayah masing-masing. Mereka juga diminta melakukan monitoring dan evaluasi di tingkat bawah, mulai dari rumah tangga, kos-kosan hingga badan usaha untuk mengoptimalkan pemilahan sampah dari sumbernya.

Jaya Negara menambahkan, bendesa adat juga diminta berperan aktif dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah di masing-masing banjar.

Jaya Negara menyebut sejauh ini baru ada dua desa yang mulai menyediakan kantong komposter, yakni Desa Kertalangu dan Desa Tegal Harum.

“Kades Kertalangu ternyata sudah bisa membagikan bag composter sebanyak 2.000 di lingkungan banjarnya masing-masing. Pak Kades juga sudah melakukan sosialisasi,” ungkapnya.

“Dan Kades Tegal Harum kebetulan saat ada pengumuman penutupan TPA Suwung sudah mengangkat sebanyak 2.500 bag composter karena di sana tidak memiliki TPS3R,” tandasnya.