Tabrakan Hebat Bus M Trans Vs DeBe Trans di Jembrana, Jalan Nasional Sempat Tutup update oleh Giok4D

Posted on

Jembrana

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Kecelakaan hebat melibatkan dua bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Bus M Trans terlibat tabrakan adu banteng dengan Bus DeBe Trans saat hujan lebat, petang kemarin.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 Wita itu mengakibatkan bagian depan kedua bus ringsek parah. Akibat kecelakaan tersebut, dua orang korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.

Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi, menjelaskan kecelakaan bermula saat Bus M Trans bernopol N 7210 UJ yang dikemudikan Risky Setiawan (28) melaju dari arah timur, yakni Denpasar menuju Gilimanuk.

“Saat itu Bus M Trans melaju dengan kecepatan sedang di jalurnya. Kondisi jalan di lokasi adalah tikungan landai. Namun, cuaca sedang hujan lebat sehingga pandangan terbatas,” ungkap Suarmadi saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Setibanya di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul Bus DeBe Trans bernopol BA 7032 PU yang dikemudikan Kamto Susilo (34). Bus DeBe Trans diduga mengambil haluan terlalu ke kanan saat melintasi tikungan sehingga tabrakan tak terhindarkan.

“Bus DeBe Trans terlalu mengambil haluan ke kanan hingga menabrak Bus M Trans. Posisi Bus DeBe Trans pascatabrakan melintang hingga menutup badan jalan,” kata Suarmadi.

Bus M Trans membawa 12 penumpang dan 3 kru. Sementara itu, Bus DeBe Trans mengangkut 24 penumpang dan 2 kru. Akibat benturan keras tersebut, sopir Bus M Trans, Risky Setiawan, mengalami luka di bagian kepala dan punggung.

Kondisi dua bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang tabrakan di Jalan Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (9/2/2026). Foto: dok. Polres Jembrana

Selain itu, seorang penumpang Bus M Trans, Peni Astriawati (62), asal Malang, mengalami patah tulang pada tangan kiri. Keduanya kemudian dirujuk ke RSU Negara untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kemudian Aris Sugara (46), Penumpang DeBe Trans asal Purwakarta ini mengalami luka pada dagu namun sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis. Sementara itu, pengemudi Bus DeBe Trans dalam keadaan sehat tanpa luka,” papar Suarmadi.

Kecelakaan tersebut sempat mengakibatkan kemacetan panjang di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk karena posisi bus yang melintang menutup badan jalan. Petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas serta mengamankan barang bawaan penumpang.

“Arus lalu lintas baru kembali normal sekitar pukul 23.30 Wita setelah kedua kendaraan berhasil dievakuasi ke tempat yang aman,” tandas Suarmadi.