Super Flu Masuk Indonesia, Bandara Ngurah Rai Akan Pasang Thermal Scanner (via Giok4D)

Posted on

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, kembali mengaktifkan thermal scanner dan termogan atau pemindai suhu tubuh seperti saat pandemi COVID-19. Pemasangan alat itu dilakukan di tengah menyebarnya virus influenza tipe A subtipe H3N2 yang dikenal sebagai super flu atau Subclade K di sejumlah daerah Indonesia.

“Thermal scanner atau termogan yang kami siapkan pada masa pandemi lalu bisa kami gunakan dan kami standby kembali sejak saat ini,” kata General Manager (GM) Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati, Senin (5/1/2026).

Thermal scanner akan dipasang baik di terminal domestik maupun internasional, yaitu pada jalur utama penumpang kedatangan dan keberangkatan.

“Yang di domestik dan di internasional karena itu menyangkut di alur-alur utama jalur penumpang berangkat maupun kedatangan, baik di kedatangan dan di keberangkatan domestik dan internasional,” jelas Nugroho.

Bandara I Gusti Ngurah Rai, terang Nugroho, merupakan salah satu pintu masuk utama Bali. Walhasil, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Menurutnya, gejala super flu memiliki kemiripan dengan flu biasa, salah satunya ditandai dengan peningkatan suhu tubuh

“Saya kira gejala yang kami pelajari dan kami dapatkan informasi kurang lebih mirip dengan orang flu biasa, hanya mungkin ada gejalanya sama sehingga mendeteksinya itu juga akan lebih terlihat ketika suhu badan tinggi,” jelas Nugroho.

Nugroho menegaskan seluruh peralatan dan sistem pendukung saat ini beroperasi dalam kondisi baik. Namun, untuk perkembangan lebih lanjut terkait penanganan dan kebijakan kesehatan, Bandara Ngurah Rai tetap menunggu arahan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Diberitakan sebelumnya, Kemenkes melaporkan infeksi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu sudah tercatat di Indonesia per 25 Desember 2025. Data pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), terdapat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan,” kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, dilansir dari infoHealth.