Skenario Arus Mudik Trans Jawa, Polri Pantau Kendaraan Pakai Teknologi Digital

Posted on

Gianyar

Skenario pengaturan arus lalu lintas kendaraan saat mudik lebaran dan arus di Pulau Jawa sudah dibuat. Skenario itu akan dieksekusi berdasarkan jumlah laju kendaraan yang dipantauan dengan teknologi digital.

“Skenarionya, kalau ada bangkitkan arus (peningkatan jumlah kendaraan) yang banyak sampai 3,5 juta, kami akan pantau pakai teknologi digital,” kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho seusai acara Polantas Menyapa di Banjar Kebalian, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (6/3/2026).

Agus mengatakan, manajemen lalu lintas contra flow. Yakni, dengan rekayasa lalu lintas sementara yang memecah kemacetan dengan menggunakan sebagian jalur berlawanan arah.

Sistem ini membagi satu atau dua lajur di jalur lawan untuk menampung kendaraan dari arah yang padat. Contra flow di lajur satu yang akan digunakan.

“Korlantas Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi akan membuat keputusan manajemen lalu lintas contra flow,” kata Agus.

Agus menyebut manajemen lalu lintas yang sama di lajur 2 akan diterapkan jika di lajur 1 belum mampu memecah kepadatan lalu lintas. Indikasinya, peningkatan jumlah kendaraan hingga 6.400 kendaraan per jam.

Jika penerapan manajemen contra flow juga gagal memecah kepadatan kendaraan di dua lajur itu, maka akan diberlakukan arus lalu lintas searah di separuh jalan nasional.

“Cara itu sudah disimulasikan. Sudah dilakukan tactical floor game. Sehingga, saat (jumlah kendaraan) memuncak nanti, arusnya lebih lancar ke trans Jawa dan trans Sumatera,” katanya.

Agus menuturkan arus lalu lintas trans Jawa adalah yang paling rawan kepadatan saat Idul Fitri dan arus balik. Mayoritas kendaraan yang melaju tujuannya dari Jakarta ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga Sumatera.

Karenanya, dengan skenario itu, Agus mengeklaim tidak akan terjadi kemacetan, meski tidak menampik akan ada kepadatan lalu lintas. Semua skenario alih arus, contra flow, manajemen one way dirancang untuk mencegah macet, bukan menghindari kepadatan lalu lintas.

“Termasuk pemantauan digital di tiap KM 29. Jadi, tidak akan ada macet, pasti lancar (lalu lintasnya). Kalau padat, ya,” tegasnya.

Tersedia Ratusan Rest Area di Trans Jawa

Selama musim mudik dan arus balik, ratusan rest area atau tempat istirahat bagi pengendara kendaraan bakal tersedia. Lokasinya, tersebar di semua jalanan di Pulau Jawa.

“Rest areanya ada ratusan,” kata Agus.

Rest area tersebar mulai di jalur pantai utara (Pantura), pantai selatan (pansel), maupun jalur tengah Pulau Jawa. Pengelola rest area sudah diajak berkolaborasi terutama saat skenario pengaturan kepadatan lalu lintas itu dieksekusi.

“Sistem dan skenario kolaborasi sudah cukup bagus,” katanya.

Agus mengatakan, semua skenario dan ketersediaan rest area adalah bagian dari Operasi Ketupat 2026. Selain rest area, sasarannya adalah jalan nasional, penyebrangan pelabuhan, terminal, bandara, stasiun kereta api, tempat ibadah, dan tempat wisata.