Situs Mata Menge menyimpan jejak peradaban manusia purba di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum manusia hobbit dari Flores ini tinggal, ternyata sudah ada penghuni yang lebih awal di sana.
Hal ini didasari oleh temuan fragmen fosil yang usianya lebih tua dari Situs Liang Bua tempat ditemukannya Manusia Flores atau Homo floresiensis. Manusia Flores juga dijuluki hobbit lantaran memiliki ukuran tubuh dan otak yang kecil.
Situs Mata Menge terletak di Cekungan Soa, sebuah tempat geologis yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, NTT. Situs ini berada di lereng bukit dan lingkungannya cukup kering dengan lapisan tanah purba.
Ekskavasi atau penggalian situs ini telah dilakukan oleh peneliti lokal dan luar negeri pada tahun 1957 hingga 1974. Temuan arkeologis di situs ini berupa fragmentaris atau tidak utuh.
Hasil ekskavasi menemukan fosil manusia purba dan fauna purba di Situs Mata Menge. Manusia purba yang ditemukan di tempat ini diidentifikasikan serupa dengan yang ada di Situs Liang Bua.
Sebagai informasi, Liang Bua merupakan gua kapur prasejarah di Manggarai, NTT, yang dikenal sebagai tempat penemuan fosil Homo floresiensis. Usia temuan fosil manusia hobbit di Situs Mata Menge diperkirakan sekitar 700.000 tahun berdasarkan lapisan stratigrafi dan pertanggalan karbon.
Dengan pertanggalan berusia 700.000 tahun, manusia dari Situs Mata Menge diklaim mengalahkan usia temuan di Situs Liang Bua yang berusia 60.000 tahun. Temuan di kedua situs ini pun memiliki ciri fisik yang sama.
Berdasarkan analisis ukuran tulang atau humerus, tinggi manusia purba di situs ini lebih kecil sekitar 103 sentimeter (cm). Alasan manusia purba di Pulau Flores berfisik kerdil diduga karena pulau ini terisolasi.
Selain manusia purba, peneliti juga menemukan hewan atau fauna purba di Situs Mata Menge. Mulai dari Stegodon florensis, Hooijeromys nusatenggara, Varanus komodoensis, Crocodilia, hingga Aves.
Fragmen Fosil di Situs Mata Menge
Hasil ekskavasi menemukan fosil manusia purba dan fauna purba di Situs Mata Menge. Manusia purba yang ditemukan di tempat ini diidentifikasikan serupa dengan yang ada di Situs Liang Bua.
Sebagai informasi, Liang Bua merupakan gua kapur prasejarah di Manggarai, NTT, yang dikenal sebagai tempat penemuan fosil Homo floresiensis. Usia temuan fosil manusia hobbit di Situs Mata Menge diperkirakan sekitar 700.000 tahun berdasarkan lapisan stratigrafi dan pertanggalan karbon.
Dengan pertanggalan berusia 700.000 tahun, manusia dari Situs Mata Menge diklaim mengalahkan usia temuan di Situs Liang Bua yang berusia 60.000 tahun. Temuan di kedua situs ini pun memiliki ciri fisik yang sama.
Berdasarkan analisis ukuran tulang atau humerus, tinggi manusia purba di situs ini lebih kecil sekitar 103 sentimeter (cm). Alasan manusia purba di Pulau Flores berfisik kerdil diduga karena pulau ini terisolasi.
Selain manusia purba, peneliti juga menemukan hewan atau fauna purba di Situs Mata Menge. Mulai dari Stegodon florensis, Hooijeromys nusatenggara, Varanus komodoensis, Crocodilia, hingga Aves.






