Denpasar –
Bali United sedang dihadapkan dengan situasi sulit menjelang laga melawan PSIM Yogyakarta. Musababnya, Bali United meraih hasil minor dalam empat laga pembuka putaran kedua Super League 2025/2026. Rinciannya, tiga kali kalah dan satu kali imbang.
Memasuki pekan ke-22, Bali United akan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Duel PSIM Yogyakarta vs Bali United bakal digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, mulai pukul 21.30 Wita pada Senin (23/2/2026) di Stadion Sultan Agung, Bantul, mulai pukul 21.30 Wita.
Serdadu Tridatu wajib menang jika ingin terus eksis di papan atas. Pelatih Bali United Johnny Jansen mengatakan timnya mendapat waktu persiapan yang cukup untuk menatap laga melawan PSIM Yogyakarta.
“Kami mengincar poin penuh dan berusaha untuk menang. Persiapan dan mental kami bagus untuk menatap laga besok,” kata Johnny Jansen melalui rekaman audio, Minggu (22/2/2026).
Meski berstatus tim promosi, PSIM Yogyakarta bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Bahkan, PSIM sempat mempermalukan Bali United pada putaran pertama dengan skor 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Menurut Johnny Jansen, komunikasi antarpemain menjadi faktor penting dalam pertandingan besok. Juru taktik asal Belanda itu mengaku telah menyusun strategi dan menganalisis permainan lawan lewat tayangan video.
“Kami langsung komunikasikan termasuk keluhan dan masukan. Apa yang menjadi pilihan terbaik langsung saya putuskan, termasuk pemain yang dipilih dalam starter,” pungkasnya.
Di sisi lain, kondisi PSIM Yogyakarta sejatinya hampir mirip dengan Bali United. Mereka juga belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Namun, kondisinya lebih baik sedikit dibandingkan Bali United.
Diketahui, PSIM baru meraih dua poin dari empat laga pada putaran kedua. Mereka sebelumnya mencatatkan dua kali hasil imbang melawan Persis Solo dan Persik Kediri. Sedangkan, dua laga lainnya PSIM menelan kekalahan.






