Siswa SD Sikka Tewas Diduga Gantung Diri di Pohon Jeruk

Posted on

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Siswa sekolah dasar (SD) kelas V berinisial MGH (12) ditemukan tewas gantung diri di pohon jeruk. Peristiwa itu terjadi di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, tadi pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh neneknya, MAW (59). Saat itu, MAW baru pulang dari gereja dan tidak menemukan cucunya di dalam rumah.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga mengatakan, MAW kemudian memanggil MGH, namun tidak mendapat jawaban. MAW lalu mencari cucunya di dalam rumah dan sekitar halaman depan hingga ke bagian belakang rumah.

Setibanya di belakang rumah atau dapur, MAW mendapati MGH dalam keadaan tergantung di pohon jeruk.

“Menemukan korban dalam keadaan tergantung di belakang rumah,” kata Leonardus kepada infoBali, Kamis (1/1/2025).

Leonardus menjelaskan, MAW kemudian berlari ke jalan depan rumah dan memanggil tetangganya, FMB (35). Kepada tetangganya, MAW menyampaikan bahwa MGH ditemukan tergantung di pohon jeruk di belakang rumah.

“Setelah dicek ternyata korban tidak bernafas lagi,” imbuhnya.

Mendapat laporan dari pihak keluarga, polisi mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas saksi dan korban, serta membuat laporan kejadian.

“Dokter UPTD Puskesmas Nita melakukan pemeriksaan di dalam rumah korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga menolak berita acara autopsi jenazah,” tandas Leonardus.