Siswa SD di Kupang Korban Salah Tuduh Pencurian Trauma-Enggan Sekolah

Posted on

Kupang

YA (9), salah seorang siswa kelas 3 di SD Negeri Oehendak, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tak mau sekolah. Dia trauma setelah dituduh telah mencuri handphone (HP) milik penjaga sekolah. Kasus itu viral di media sosial (medsos).

Tuduhan pencurian itu dipastikan tidak benar karena pencuri sebenarnya sudah diketahui. Ibunda YA, Gaudensia Eko (37), menyesali peristiwa itu. Gaudensia mengungkapkan YA merasa malu atas tuduhan itu, sehingga dia enggan sekolah lagi.

Peristiwa itu bermula pada 2 Februari 2026 lalu, sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, sebuah HP milik penjaga sekolah diletakkan di atas meja di lingkungan sekolah. Menurut Gaudensia, YA sempat mengambil telepon tersebut dan menyimpannya di dalam laci meja, sebelum kembali mengikuti pelajaran di kelas. Setelah itu, ada informasi jika HP itu hilang.

“Saat itu anak kami simpan di laci lihat HP milik Pak Aba (penjaga sekolah) di atas meja, saat itu Pak Aba lagi mengambil ompreng di tiap ruang kelas. Setelah itu anak saya tidak tahu karena guru sudah panggil masuk ke dalam kelas untuk belajar,” ujar Gaudensia, diwawancarai, di rumahnya, Sabtu (14/2/2026).

Berselang dua hari, pada Rabu 4 Februari 2026, Gaudensia ditelepon oleh wali kelas YA agar datang ke sekolah. Gaudensia lantas bertanya kepada YA terkait masalah di sekolah. “Dia bangun malam sambil menangis dan bilang, mama bukan saya curi. Saya hanya ambil dan taruh di laci,” kata Gaudensia.

Keesokan harinya, Gaudensia bersama anaknya memenuhi panggilan dan bertemu dengan Kepala Sekolah (Kepsek) Petrus Tukan. Dalam pertemuan tersebut, Petrus menyatakan YA telah mengambil HP milik penjaga sekolah dengan alasan ada saksi yang melihat perbuatan YA.

“Saya jelaskan ke kepala sekolah dan guru-guru di situ, bahwa anak saya memang ambil, tapi tidak bawa pulang dan tidak simpan di tas. Kalau mencuri, pasti dibawa, dia mengaku taruh di laci,” terang Gaudensia.

Dia mengaku sempat memukul anaknya agar mengaku, tapi YA tetap berkukuh tidak mencuri HP. Gaudensia pun meyakini anaknya jujur. Namun, peristiwa itu begitu membekas bagi YA hingga membuat dia enggan sekolah lagi.

“Anak kami tidak mau sekolah, jadi saya juga bilang biar kamu di rumah saja main sama adik-adik, bapaknya juga sempat marah ke anak, tapi saya bilang, saya sudah pukul dia jadi kamu tidak usah pukul lagi,” urai Gaudensia.

Akhirnya, Gaudensia mendapat kabar pada Senin 9 Februari 2026, jika HP milik penjaga sekolah telah ditemukan dan dicuri oleh seorang siswa dari SMPN 13 Kupang.

Gaudensia pun meminta ke pihak sekolah agar melakukan klarifikasi dan memberi pengumuman jika anaknya tidak bersalah. Namun, dia berujar, sekolah menolak.

“Anak saya tidak mencuri, tapi dia sudah terlanjur trauma. Saat itu saya minta sekolah untuk sampaikan permohonan maaf di pengumuman sekolah, tapi kepala sekolah tidak mau,” urai dia.

Disdikbud Kupang Panggil Kepsek SDN Oehendak

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang telah memanggil Kepsek Petrus Tukan terkait masalah itu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan pemanggilan itu untuk meminta klarifikasi.

“Kami sudah panggil kepala sekolahnya Rabu 11 Februari 2026 kemarin,” ujar Ernest kepada, melalui sambungan telepon, Minggu (15/2/2026).

Menurut dia, klarifikasi diperlukan sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap satuan pendidikan di bawah kewenangan pemerintah kota.

“Hasil pertemuan itu akan menjadi dasar bagi dinas untuk menentukan langkah pembinaan dan evaluasi lanjutan,” katanya.

Ernest menegaskan, seluruh unsur di lingkungan sekolah harus bekerja sama menciptakan suasana belajar yang aman, tenang, dan nyaman bagi peserta didik.

“Harus ada saling percaya antara semua pemangku kepentingan di sekolah. Tidak boleh ada kecurigaan di antara komponen sekolah,” tambah Ernest.

Disdikbud juga akan melakukan pendekatan terhadap YA dan keluarganya guna memastikan anak tersebut mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan.

“Kami sudah selesaikan dan anak ini kemarin sudah masuk ke sekolah,” kata dia.