Karangasem –
Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Karangasem mendapatkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak layak konsumsi. Lauk berupa sate lilit ayam yang diterima siswa sudah basi dan nasinya kering.
Kepala SDN 5 Karangasem, I Putu Arnawa, mengatakan menu MBG tersebut tiba di sekolah pada pagi hari. Sebelum diberikan ke siswa, petugas dari sekolah mengecek makanan terlebih dahulu.
Setelah dicek, terang Arnawa, ditemukan ada sate yang kurang matang dan sedikit masam. Beberapa nasi juga kering sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Selain sate dan nasi, menu MBG juga berisi sayur urab dan tahu.
“Karena tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak, saya kemudian melapor ke pihak SPPG. Di saat yang sama, dari pihak SPPG juga melapor agar menu sate tidak dikonsumsi karena sudah masam,” kata Arnawa, Rabu (4/2/2026).
Karena menu MBG tidak layak dikonsumsi, sekolah akhirnya memutuskan untuk tidak membagikan makanan tersebut kepada siswa. Sekolah juga meminta SPPG untuk mengambil makanan tersebut.
“Program MBG di sekolah kami sudah berjalan hampir enam bulan, baru kali ini menunya ada yang tidak layak dikonsumsi. Kalau sebelum-sebelumnya selalu bagus dan enak sehingga disukai oleh anak-anak karena menunya beragam,” ujar Arnawa.
Seluruh siswa di SDN 5 Karangasem mendapatkan menu MBG setiap hari. Namun, karena menu MBG kali ini tak layak dikonsumsi, sekolah terpaksa menghubungi para orang tua siswa agar membawakan anak mereka bekal makanan. Sekolah juga sekaligus memberi tahu orang tua siswa jika menu MBG kali ini tak layak dikonsumsi.
“Setelah kami beri tahukan, orang tua siswa tidak ada yang merespons berlebihan dan semuanya membawakan bekal kepada anak-anaknya ke sekolah hari ini,” ucap Arnawa.
Arnawa berharap SPPG agar melakukan pengecekan dengan teliti sebelum mendistribusikan menu MBG ke sekolah supaya kejadian tersebut tidak terulang.
SPPG Minta Maaf
SPPG Subagan 2, penyaji menu MBG untuk SDN 5 Karangasem, memohon maaf atas menu MBG tak layak konsumsi.
“Kami mohon maaf, ini akan jadi pelajaran buat kami agar tidak terulang untuk ke depannya,” kata Kepala SPPG Subagan 2, Aryasa, saat ditemui di SDN 5 Karangasem, Rabu (4/2/2026).
Aryasa mengungkapkan sate ayam lilit yang dijadikan lauk menu MBG sudah disiapkan sejak Selasa (3/2/2026) sore. Saat itu, olahan daging ayam juga dicampur dengan kelapa. Kemudian, sate mulai digoreng oleh petugas di SPPG pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.
“Sebelum didistribusikan ke sekolah, kami sudah cek dan layak dikonsumsi. Tetapi ternyata, setelah tiba di sekolah, sate ayam lilitnya sedikit masam,” ujar Aryasa.
Oleh sebab itu, Aryasa meminta kepada sekolah untuk tidak mengonsumsi sate ayam lilit tersebut. Menurut Aryasa, penyebabnya kemungkinan adalah campuran kelapa pada olahan daging ayam.
“Ini pelajaran buat kami dan menu sate ayam lilit kami anggap gagal sehingga untuk ke depannya menu ini kemungkinan tidak kami pakai,” ucap Aryasa.
Kemudian, terkait dengan nasi yang dikatakan belum matang seperti yang beredar di media sosial (medsos) Aryasa menampik hal tersebut. Menurutnya, nasi tersebut hanya sedikit kering, tetapi masih layak dikonsumsi, bukan belum matang.
SPPG Subagan 2, tutur Aryasa, melayani MBG untuk 11 sekolah SD dan sekolah menengah atas (SMP) dengan jumlah siswa sekitar 2.400 siswa. Dari jumlah tersebut, hanya dua sekolah yang protes dengan menu tersebut, yaitu SDN 1 dan SDN 5 Karangasem.
“Untuk menu MBG hari ini ada nasi, sate ayam lilit, tahu, sayur urab, dan buah rambutan. Semoga kejadian hari ini tidak terulang kembali,” harap Aryasa.






