Pembangunan jalan pintas (shortcut) Singaraja-Mengwitani titik 9 dan 10 resmi dimulai. Proyek strategis tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026) yang berlokasi di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.
Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9 dan 10 dikerjakan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2027. Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk memperkuat konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Buleleng.
Gubernur Koster menjelaskan pembangunan shortcut titik 9 dan 10 dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua telah dilakukan groundbreaking, sementara tahap ketiga masih dalam proses tender. Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp 667,57 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan panjang jalan sekitar 3,9 kilometer, serta dilengkapi enam jembatan.
“Selain titik 9 dan 10, saya juga sudah memohon kepada Pak Menteri agar pembangunan bisa dilanjutkan ke titik 11 dan 12. Titik ini saya prioritaskan karena medannya sangat berat dan akan sangat membantu kelancaran lalu lintas dari Singaraja ke Denpasar,” kata Koster.
Koster juga menyampaikan, penamaan proyek diubah dari Mengwitani-Singaraja menjadi Singaraja-Mengwitani. Perubahan tersebut dilakukan agar penanganan pembangunan dari wilayah Singaraja dapat diprioritaskan lebih dulu, mengingat kondisi medan di kawasan tersebut jauh lebih berat dibandingkan titik 1 dan 2 yang relatif landai.
Untuk pembangunan shortcut titik 11 dan 12, kebutuhan anggaran pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 80 miliar. Koster mengaku telah berdiskusi dengan pimpinan DPRD Bali agar proses pembebasan lahan bisa mulai dilakukan tahun ini.
“Kalau bisa, 50 persen anggaran pembebasan lahan dialokasikan di APBD Perubahan 2026 dan sisanya di APBD Induk 2027. Dengan begitu, tidak ada hambatan dan prosesnya bisa dimulai akhir 2027. Awal 2028 sudah bisa dilakukan groundbreaking,” jelasnya.
Koster menargetkan pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani hingga titik 12 dapat tuntas sebelum masa jabatan periode keduanya berakhir pada 20 Februari 2030. Sementara untuk pembangunan titik 1 dan 2, pelaksanaannya kemungkinan menyusul karena harga lahan di kawasan tersebut relatif lebih mahal.
“Yang penting seluruh shortcut dari titik 1 sampai 12 bisa selesai. Itu akan menjadi kenangan manis bagi masyarakat Bali, khususnya masyarakat Buleleng,” tegas Koster.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen penuh mendukung pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani. Untuk penanganan Titik 9 dan 10, total panjang pekerjaan mencapai 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Untuk Paket 1, proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter, yang dikerjakan oleh Waskita-Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025-2027.
Asep menjelaskan kondisi eksisting ruas jalan Singaraja-Mengwitani memiliki tingkat risiko tinggi, dengan kelandaian mencapai 27 persen dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dengan 16 korban meninggal dunia. Melalui perbaikan geometrik jalan ini, waktu tempuh dipangkas dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, jumlah tikungan berkurang drastis, serta tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen.
“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Pemprov Bali telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp 193 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut.
Namun demikian, untuk menuntaskan seluruh ruas Singaraja-Mengwitani masih diperlukan pembangunan lanjutan pada Titik 1-2, Paket 3 Titik 9-10, serta Titik 11-12 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 512 miliar.
Diketahui, titik-titik Shortcut Singaraja-Mengwitani yang sudah rampung dikerjakan yakni, titik 3,4,5,6,7A-C, 7D-E, dan 8 dengan panjang 5,68 kilometer (km). Total, dana yang dihabiskan mencapai Rp 396,7 miliar.






