Bima –
Genap setahun memimpin Nusa Tenggara Barat (NTB), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal blak-blakan mengakui perbaikan jalan rusak di Pulau Sumbawa belum tuntas. Keterbatasan anggaran hingga kerusakan lingkungan disebut menjadi penghambat.
Pengakuan itu disampaikan Iqbal saat kunjungan kerja sekaligus safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Masjid Al Muwahiddin, Kota Bima, Senin (2/3/2026).
“Setahun Iqbal-Dinda, kami akui belum sepenuhnya membangun NTB dan masih ada kekurangannya,” ucapnya.
Iqbal menjelaskan, persoalan mendasar seperti jalan rusak di Pulau Sumbawa, termasuk di Bima, belum bisa diselesaikan karena keterbatasan anggaran.
“Akibat keterbatasan anggaran, kami belum bisa berbuat banyak untuk Bima,” katanya.
Meski demikian, ia mengeklaim tak lama setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, pihaknya sudah memperbaiki sebagian jalan dan jembatan rusak di Pulau Sumbawa, termasuk di Bima.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Karena kondisi alam yang tak seimbang, jalan dan jembatan yang diperbaiki kembali rusak,” ungkap dia.
Iqbal menyebut kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor utama. Ia mengaku melihat langsung banyak kawasan hutan di Pulau Sumbawa yang rusak saat berkeliling.
“Saya keliling di Pulau Sumbawa, di mana-mana kondisi hutannya rusak. Bukit-bukitnya hilang hingga muncul sungai baru di jalan yang menyebabkan jalan menjadi rusak,” sebut dia.
Dalam kesempatan itu, Iqbal mengajak warga Kota Bima ikut menjaga keseimbangan alam dengan menanam pohon dan melestarikan hutan.
“Mari sama-sama kita mulai menama pohon. Bersama menjaga alam untuk diwariskan ke generasi berikutnya,” imbuh dia.
Pantauan, Iqbal di Masjid Al Muwahiddin juga bertindak sebagai imam salat Isya. Ia turut menyerahkan bantuan untuk perbaikan masjid serta sejumlah bantuan lainnya.






