Mataram –
Disclaimer:Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pemuda asal Lingkungan Babakan Gontoran Barat, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan tewas tergantung di pohon bambu. Pria berinisial I Dewa MAW (21) itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak awal Maret 2026.
“Sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sejak 1 Maret 2026 lalu,” kata Kapolsek Sandubaya, AKP Niko Herdianto, Senin (9/3/2026).
Korban ditemukan tergantung di pohon bambu di pinggir sungai kawasan Lingkungan Kebun Babakan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat.
“Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi tergantung pada pohon bambu dengan ketinggian sekitar empat meter di tepi sungai,” sebutnya.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap. Kondisi tubuhnya sudah membengkak, berwarna kehitaman, dan mengeluarkan bau tidak sedap.
“Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap,” ucap dia.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi.
“Dugaan sementara, korban meninggal karena gantung diri,” katanya.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
“Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah serta ujian bagi keluarga,” katanya.






