Manggarai Barat –
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kuwus di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Penolakan dilakukan seusai ratusan siswa dari sejumlah sekolah di daerah tersebut diduga keracunan menu MBG.
Kepala SMPN 2 Kuwus, Agustinus Angkur, mengungkapkan jumlah siswa di sekolahnya diduga mengalami keracunan MBG sebanyak 31 orang. Ia menyebut penolakan pembagian MBG itu telah disampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG Kuwus Barat Kolang.
“Kemarin kami menolak karena mengingat kondisi anak-anak yang sakit,” kata Agustinus, Jumat (30/1/2026).
Menurut Agustinus, para siswa di sekolahnya tidak lagi mendapat MBG hari ini. Ia juga mendapat pemberitahuan dari SPPG Kuwus Barat Kolang bahwa operasional SPPG tersebut ditutup sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
“Untuk hari ini kami tidak menyampaikan penolakan,” jelas Agustinus.
Sebelumnya, sebanyak 132 siswa diduga keracunan seusai menyantap menu MBG di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, pada Kamis (29/1/2026). Adapun menu MBG yang didistribusikan, yakni nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, sayur taoge, sayur labu, sayur sawi hijau, dan semangka.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Para pelajar yang keracunan tersebar di sejumlah sekolah di Kecamatan Kuwus. Mulai dari SMAN 1 Kuwus (42), SMKN 1 Kuwus (9), SMPN 2 Kuwus (31), SDI Golowelu 2 (20), dan SDI Golo Bombong (30).
“Gejala mual, muntah, nyeri perut dan diare,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Adrianus Ojo, Jumat.
