Denpasar –
Disdikpora Denpasar memperbolehkan sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas cuaca ekstrem tiga hari ini. Apalagi sejumlah lokasi terdampak banjir.
Hujan dengan intensitas tinggi terus turun mengguyur Bali sejak tanggal tanggal Sabtu (21/2/2026) hingga hari ini Selasa (24/2/2026). Melihat kondisi tersebut, Kadisdikpora Denpasar Anak Agung Gede Wiratama mempersilahkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta bekerja dari rumah atau work from home bagi guru-guru yang terdampak.
“(Instruksi) melalui WhastApp, tidak surat resmi karena supaya lebih cepat,” ujar Wiratama saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).
Wiratama menjelaskan, kebijakan belajar daring diberlakukan khusus bagi sekolah yang terdampak banjir atau mengalami kendala akses akibat genangan air. Instruksi tersebut telah disampaikan sejak pukul 08.30 Wita.
“Bagi sekolah yang terdampak banjir agar daring. Tadi jam setengah delapan,” sambungnya.
Ia juga menegaskan, bagi guru maupun pegawai yang mengalami kendala perjalanan akibat banjir cukup melaporkan kondisi di lapangan kepada kepala dinas.
“Bisa foto dikirim dikasih ke dinas. Bisa foto tidak dapat masuk dinas (izin) saja sudah,” ucapnya.
Terkait kebijakan PJJ ke depan, Wiratama menyebutkan pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Mengingat prakiraan cuaca Bali masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, pembaharuan kebijakan akan terus disesuaikan dengan kondisi kedepannya.
“Kita lihat situasi dan kondisi besok. Jika masih hujan, saya pwrsilahkan sekolah untuk jarak jauh,” pungkas Wiratama.





