Jembrana –
Sejumlah perahu nelayan terbalik dan rusak parah akibat diterjang angin kencang di sekitar perairan Pantai Air Kuning, Desa Air Kuning, Jembrana, Rabu (4/3/2026). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini setelah nelayan lain di lokasi bereaksi cepat melakukan penyelamatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan telah melakukan kaji cepat ke lokasi kejadian pada Kamis (5/3/2026) pagi setelah menerima laporan dari warga.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Awalnya beberapa perahu nelayan masih berada di perairan sekitar Rambut Siwi. Namun, secara tiba-tiba terjadi angin kencang yang mengakibatkan perahu-perahu tersebut terbalik,” ungkap Artana saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Beruntung, meski perahu mereka terempas angin kencang dan terbalik ke laut, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Para nelayan yang menceburkan diri ke laut segera mendapat pertolongan dari nelayan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Seluruh nelayan berhasil diselamatkan. Perahu-perahu yang terdampak juga sudah berhasil dievakuasi ke daratan,” kata Artana.
BPBD Jembrana mencatat sedikitnya lima pemilik perahu mengalami kerugian materiel berupa kerusakan mesin, alat penerangan, hingga komponen perahu yang patah atau hilang.
Sejumlah nelayan yang mengalami kerugian atas musibah ini adalah Muhajirin (kerusakan 3 mesin, 1 genset, dan 13 lampu 300 watt beserta tiangnya) dan Mishud (kehilangan 1 genset, kerusakan 2 mesin, 8 lampu, dan 4 gulung tali).
Kemudian, ada Saiful Bahri (kehilangan 1 genset dan 9 lampu, kerusakan 2 mesin, tiang lampu, gelandangan, serta katir atau cadik yang patah) dan Madolah (kerusakan pada bagian katir dan bayungan perahu).
“Untuk nelayan lain, masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas tim reaksi cepat (TRC) di lapangan. Untuk kerugian total masih kami data. Kami imbau para nelayan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak saat melaut,” jelas Artana.






