Savana Puru Kambera adalah hamparan luas seperti Madagascar yang dijuluki “Afrika Kecil di Indonesia” menjadi wisata alam ikonik di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hamparan luas yang memukau dengan kuda-kuda liar berlarian bebas.
Savana Puru Kambera menyuguhkan lansekap terbuka yang memukau, dengan langit biru yang tak bertepi. Pada musim kemarau, rerumputan menguning menciptakan siluet dramatis mengingatkan pada Padang Savana Afrika.
Sementara saat musim hujan, kawasan ini berubah menjadi bentangan hijau yang hidup dan menyegarkan. Lebih dari sekadar panorama, Puru kambera menghadirkan pegalaman menyatu dengan alam.
Savana Puru Kambera menyimpan nilai lanskap alam yang memukau, di tempat ini terdapat nilai sejarah penting untuk masyarakat Sumba Timur. Savana yang berlokasi di Sumba Timur sudah sejak abad ke-19, kawasan ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi penangkaran kuda, karena alamnya luas dan sangat mendukung.
Kuda khas Sumba yang dikenal sebagai Kuda Sandelwood (Kuda Sandel) merupakan hasil persilangan kuda lokal dengan kuda Arab. Ciri utamanya adalah postur gagah, stamina kuat, serta gerakan yang lincah. Tak heran jika kuda ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumba Timur sekaligus ikon budaya daerah.
Tak hanya alam, Puru Kambera juga menjadi ruang hidup budaya. Kawasan ini kerap menjadi lokasi perayaan seperti Festival Parade Kuda Sandelwood, yang pernah melibatkan hingga 1.001 kuda dan 1.001 joki. Festival ini dikenal sebagai salah satu parade kuda terbesar di Indonesia.
Terletak sekitar 24 kilometer (km) dari pusat Kota Waingapu, Savana Puru Kambera dikenal sebagai habitat kuda liar Sumba yang hidup bebas di padang rumput luas. Panorama terbuka, langit biru, dan kuda-kuda yang berlarian menciptakan pengalaman wisata yang bukan sekadar visual, tetapi juga emosional yang membangkitkan rasa hormat terhadap alam.
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah kesempatan untuk mengamati kuda liar di habitat alaminya karena hidup bebas dan peka terhadap kehadiran manusia, diperlukan menjaga ketenangan saat mendekat. Musim kemarau menjadi waktu terbaik untuk melihat aktivitas kuda-kuda tersebut, meski pada musim hujan keindahan savana tetap terasa dengan hamparan hijau yang subur.
Akses menuju Puru Kambera relatif mudah dengan kendaraan pribadi atau sewaan, dengan waktu tempuh sekitar 45-60 menit dari Waingapu. Jarak tempuhnya adalah 25 km. Perjalanan yang ditempuh membawa pemandangan alam menakjubkan dengan bukit hijau dan perkampungan tradisional yang ada sepanjang jalan.
Biasanya terdapat beberapa pelayanan open trip Sumba yang sudah mencakup berbagai perjalanan di Sumba. Selain Savana, perjalanan menuju Savana Puru Kambera dapat dilanjutkan dengan mengunjungi Danau Weekuri.
Savana Puru Kambera tidak hanya memberikan pemandangan alam yang memukau tetapi menawarkan beragam aktivitas menarik yang dapat dinikmati. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah menjelajahi Savana dengan berjalan kaki.
Savana Puru Kambera adalah tempat yang ideal untuk berfoto dan momen indah akan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Selain menikmati pemandangan kamu juga bisa menemukan beberapa spot tersembunyi dengan pemandangan yang luar biasa.
Kamu bisa mengunjungi Desa Adat Prai Ijing dan Desa Adat Ratenggaro yang ada di sekitar Sumba untuk merasakan kehidupan tradisional masyarakat setempat. Kunjungan ke desa memberikan wawasan lebih dalam tentang budaya Sumba yang kental dengan adat istiadatnya. Kamu juga bisa mengunjungi Pantai Walakri yang terkenal dengan pohon bakau yang menawan atau Pantai Pero yang memiliki pasir putih yang lembut.
Savana Puru Kambera Sumba memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya masyarakat sekitar, khususnya yang ada di Kabupaten Sumba Timur. Sebagai salah satu wilayah yang masih kental dengan tradisi, Sumba memiliki cara hidup yang sangat harmonis dengan alat sekitar.
Di wilayah yang masih memegang kuat tradisi ini, alam menjadi bagian tak terpisahkan dari cara hidup masyarakatnya. Padang Savana Puru Kambera berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, menjadi ruang penggembalaan tempat kuda dan kerbau merumput bebas, sekaligus sumber penghidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Kawasan savana ini juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan ritual adat, terutama dalam rangkaian upacara keagamaan dan perayaan tertentu. Ritual-ritual tersebut merupakan bagian dari warisan budaya leluhur yang hingga kini masih dijaga. Masyarakat Sumba meyakini bahwa tanah dan alam memiliki nilai sakral yang harus dirawat, karena keseimbangan hidup manusia bergantung pada keharmonisan dengan lingkungannya. Keyakinan inilah yang mendorong mereka untuk senantiasa menjaga kelestarian Savana Puru Kambera.
Di sekitar kawasan savana, terdapat pula sejumlah desa adat di Kabupaten Sumba Timur yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal. Kehidupan masyarakat yang sederhana, dekat dengan alam, dan sarat nilai budaya menjadi cerminan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. Dalam hal ini, Savana Puru Kambera hadir sebagai saksi bisu dari kuatnya ikatan antara budaya Sumba dan alam yang menopang kehidupan mereka hingga kini.
Savana Puru Kambera menghadirkan lebih dari sekadar panorama alam yang indah. Di balik hamparan padang rumputnya, tersimpan sejarah, budaya, dan cara hidup masyarakat Sumba Timur yang masih menjunjung tinggi keharmonisan dengan alam. Keberadaan kuda-kuda yang hidup bebas, ritual adat yang terus dijalankan, serta perubahan lanskap mengikuti musim menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik yang khas.
Mengunjungi Savana Puru Kambera bukan hanya tentang melihat keindahan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Sebuah destinasi yang mengajak pengunjung untuk menghargai alam, budaya, dan keseimbangan yang telah lama dijaga oleh masyarakat Sumba Timur.
Mengenal Savana Puru Kambera
Daya Tarik
Akses Menuju Savana Puru Kambera
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Savana Puru Kambera
Keunikan Savana Puru Kambera Sumba dalam Budaya Sumba








