Tim SAR gabungan menemukan pintu kamar mandi yang diduga milik kapal pinisi Putri Sakinah pada pencarian hari ke-11, Senin (5/11/2025). Namun dua anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan bangkai kapal belum ditemukan hingga pencarian hari ini ditutup pukul 17.00 Wita.
Daun pintu itu ditemukan pada jarak sekitar 0,12 nautical mile (mil laut) atau 200 meter dari lokasi kapal tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
“Tim SAR gabungan dari Searider KSOP Labuan Bajo sekitar pukul 11.18 Wita menemukan serpihan pintu kamar mandi diduga milik KM Putri Sakinah, sekitar 0.12 nautical mile dari lokasi kejadian,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Senin.
Pada pencarian hari ini, jelas Fathur, tim SAR gabungan melaksanakan penyisiran di sekitar pulau-pulau. Tim SAR juga mengerahkan sonar hingga drone laut.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan penyisiran di sekitar pulau-pulau dari Perairan Pulau Padar serta penurunan sonar dan ROV (drone laut) namun hingga pukul 17.00 Wita belum menemukan keberadaan kedua korban,” jelas Fathur.
Arus Laut dan Gelombang Jadi Tantangan
Fathur mengatakan arus laut dan gelombang menjadi tantangan pencarian kedua korban. Sehingga alat-alat canggih yang dikerahkan untuk membantu pencarian korban tak bekerja maksimal.
“Kendalanya arus yang cukup kuat sehingga mendorong tim yang melaksanakan pencarian baik menggunakan sonar maupun tim yang menggunakan alat laut lainnya. Kondisi lapangan cukup deras arusnya sehingga menyulitkan tim melaksanakan pencarian,” kata Fathur, Senin malam.
Fathur menjelaskan Tim SAR gabungan mengerahkan drone laut untuk mencari korban. Namun robot laut itu hanya digunakan beberapa menit arus cukup deras.
“Untuk drone bawah laut karena arus cukup kencang sempat diturunkan hanya beberapa menit kita kembali tarik jangan sampai terjadi resiko karena tekanan arus cukup deras sehingga mempersulit pencarian,” jelas Fathur.
Demikian juga dengan sonar, alat deteksi objek bawah laut. Sonar tak bisa mendeteksi lebih dalam karena alat itu terus terdorong oleh arus yang deras. Ada lima sonar yang dikerahkan hari ini, terbaik dua sonar multibeam dari ITB Bandung dan Navigasi Kupang.
“Kedalaman sonar yang terbaca kurang lebih 150 (meter), dan radius yang dibaca juga di kedalaman di 70, 80. Yang kedalaman 100 memang tidak kebaca karena arus di bawah itu sukup mendorong, dia tidak bisa membaca,” jelas Fathur.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Burung Elang Jadi Hambatan
Burung Elang turut menghambat pencarian dua korban. Elang yang terbang di lokasi pencarian menghambat kerja drone thermal.
Drone thermal yang diterbangkan untuk membantu pencarian korban tak bisa bekerja maksimal. Elang-elang yang itu menghalangi drone thermal dan menyambarnya.
“Alat untuk drone (thermal) tetap kita gunakan dalam proses pencarian tapi terhalang di situ adanya elang lebih banyak menyambar drone. Drone kami sering disambar sama elang,” kata Fathur.
Dikatahui, Fernando dan tiga anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (26/12/2025) malam. Istri dan anak bungsunya selamat dalam insiden nahas itu.
Jenazah Fernando dan putrinya berusia 12 tahun sudah ditemukan. Dua putra Fernando berusia 9 dan 10 tahun belum ditemukan.






