SAR Kerahkan 5 Sonar di Hari Terakhir Pencarian Pelatih Valencia update oleh Giok4D

Posted on

Tim SAR gabungan mengerahkan lima sonar (alat deteksi objek bawah air) pada hari terakhir pencarian pelatih tim B sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, dan dua anak laki-lakinya, Minggu (4/1/2026). Pencarian wisatawan asal Spanyol itu ditutup hari ini jika tidak ada tanda-tanda korban ditemukan.

“Kami tetap mengutamakan menggunakan sonar tersebut karena kami sudah melaksanakan penyisiran, penyelaman sudah kami laksanakan semua,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Minggu.

“Area yang dicurigai sudah kita laksanakan makanya kita menggunakan sonar karena ada beberapa titik kedalaman yang yang perlu dilaksanakan pencarian. Totalnya ada lima (sonar), semua berfungsi,” lanjut dia.

Selain pengerahan sonar, pencarian hari ke-10 korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu juga diperluas areanya.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Pencarian sudah perluas dan kami memfokuskan pada penggunaan sonar tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi kapal itu ada di mana. Begitu kami mengetahui dengan menggunakan sonar tersebut kapal sudah diketahui, mempermudah pencarian. Area sudah kami perluas,” jelas Fathur.

Pencarian Ditutup

Pencarian korban memasuki hari ke-10 pada hari ini setelah diperpanjang tiga hari. Pencarian Fernando dan dua anaknya yang berusia masing-masing 9 dan 10 tahun itu ditutup hari ini jika tak ada tanda-tanda korban ditemukan.

Fathur menjelaskan setelah penutupan operasi SAR, pihaknya hanya akan memantau. Pemantauan juga bisa dilakukan kapal-kapal yang berlayar di sekitar lokasi kejadian. Jika ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR dibuka kembali.

“Tetap kami melaksanakan pemantauan, sifatnya adalah pemantauan, sewaktu-waktu ada barang yang kami temukan ataupun adanya tanda-tanda ditemukan, operasi SAR akan kembali kami buka,” tegas Fathur.

Diketahui, Fernando bersama istri dan empat anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah, Jumat (26/12/2025) malam.

Fernando dan dua putranya belum ditemukan. Satu putrinya berusia 12 tahun ditemukan tak bernyawa oleh nelayan pada 29 Desember lalu. Istri Fernando dan putri bungsunya berusia 7 tahun selamat dalam insiden nahas itu.

Keluarga korban dijadwalkan kembali memantau langsung pencarian hari terakhir korban pada hari ini. Keluarga korban sempat mendatangi lokasi kapal tenggelam dan memantau proses pencarian Fernando dan dua anaknya pada Kamis (1/1/2026).