Dompu –
Manajemen Rumah Sakit Umum (RSUD) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB,) telah menemukan solusi bagi tenaga honorer yang tidak termasuk dalam database Badan Kepegawaian Nasional (BKN). RSUD memberikan kesempatan untuk mereka dengan membuka seleksi karyawan kontrak sebagai pegawai kontrak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Nanti akan ada penerimaan sebagai tenaga kontrak di BLUD RSUD Dompu,” kata direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan kepada Selasa (3/2/2026).
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Fitratul menyebutkan sebanyak 139 orang telah mendaftar dan akan mengikuti seleksi untuk menjadi karyawan kontrak BLUD RSUD. Para calon karyawan akan mengikuti ujian seleksi mulai hari ini hingga Rabu (4/2/2026) besok.
“Mereka akan kami sesuaikan dengan analisis jabatan dan analisis kebutuhan di RSUD Dompu. Kita benar-benar akan melihat sesuatu kebutuhan pelayanan RSUD,” tuturnya.
Lebih jauh Fitratul menegaskan perekrutan calon karyawan kontrak ini dilaksanakan secara terbuka. Tidak semua peserta bisa lolos seleksi karena akan dilihat kemampuan mereka.
Dia menyarankan para calon karyawan harus menunjukkan kinerja yang baik karena itu merupakan salah satu penilaian dalam seleksi ini.
“Sama dengan seleksi pada umumnya, ada yang lolos ada yang tidak lolos juga nanti,” ucapnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Dompu, Khairul Insyan mengungkapkan Pemkab Dompu tengah memikirkan solusi untuk mengatasi ancaman pemberhentian massal bagi honorer yang tidak masuk dalam pangkalan database BKN.
Salah satu solusi sementara yang akan ditetapkan adalah memaksimalkan sektor BLUD yang bisa menggaji karyawan sendiri dengan sumber gaji dari pendapatan layanan itu sendiri.






