Karangasem –
Ribuan pemudik yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memadati Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Minggu (15/3/2026). Sejumlah pemudik sudah antre berjam-jam, tapi tetap belum bisa masuk kapal.
Pantauan, Minggu siang, pemudik terlihat cukup banyak yang antre di dalam pelabuhan untuk menunggu kapal. Pemudik lebih didominasi oleh sepeda motor.
Salah seorang pemudik asal Lombok Tengah, Ardi Pratama, mengaku telah antre sejak pukul 03.00 Wita. Namun, hingga pukul 10.30 Wita belum juga dapat kapal. Ardi yang mudik bersama istri dan anaknya sengaja mudik lebih awal supaya bisa lebih lama berkumpul dengan keluarga.
“Sudah lama saya antre sudah dari pagi, tapi belum dapat giliran. Cuaca panas ditambah lagi puasa juga,” kata Ardi, Minggu.
Pemudik lainnya, Sahnan, juga mengungkapkan sudah berjam-jam tertahan di pelabuhan. Dia mengaku mendapat informasi dari petugas, baru bisa masuk kapal diperkirakan pada sore hari.
“Sengaja mudik lebih awal tak kira nggak antre, ternyata antre juga bahkan kemungkinan saya dapat kapal yang sore,” ujar Sahnan.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Padangbai I Ketut Sugiartono mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang terjadi sejak Jumat (13/3/2026). Namun peningkatannya masih dalam tahap normal belum sampai membeludak.
“Peningkatannya cukup signifikan dari penumpang pejalan kaki, sepeda motor hingga mobil,” kata Sugiartono.
Untuk pejalan kaki, dari sebelumnya rata-rata 2.000 orang per hari kini sampai 4.000 sampai 7.000 orang per hari. Kemudian, sepeda motor dari sebelumnya rata-rata 700 unit per hari kini mencapai 2.000 unit per hari. Sementara, mobil dari sebelumnya hanya sekitar 68 unit per hari kini telah menembus 200 unit per hari.
“Kami akan terus berkoordinasi sambil melihat situasi di lapangan, jika terjadi kepadatan jumlah penumpang yang sangat signifikan pasti kami ambil langkah,” ujar Sugiartono.






