Respons Trump Usai Australia Tampung 5 Pemain Timnas Putri Iran

Posted on

Denpasar

Australia menampung lima pemain sepakbola Timnas Putri Iran yang kabur mencari suaka seusai Piala Asia Wanita 2026. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun merespons langkah Australia tersebut.

“Saya baru berbicara kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese terkait Timnas Putri Iran. Dia sudah melakukannya! Lima pemain sudah diterima dan sisanya sedang diusahakan,” tulis Trump di X, Selasa (10/3) dini hari WIB, dikutip dari.

“Beberapa, sayangnya, merasa harus pulang karena mereka khawatir dengan keselamatan keluarga mereka, termasuk ancaman bagi anggota keluarga pemain yang tidak kembali,” kata Trump.

Trump mendukung langkah lima pemain Timnas Putri Iran yang mencari suaka di Australia. Dia pun berterima kasih kepada Australia yang bersedia menampung dan mengusahakan sisa anggota tim mendapat suaka.

“Perdana Menteri sudah melakukan pekerjaan bagus untuk ini di tengah situasi yang rumit. Tuhan memberkati Australia!” imbuhnya.

Cari Suaka Usai Terhenti di Piala Asia Wanita

Diketahui, petualangan Iran dalam ajang Piala Asia Wanita yang dihelat di Australia berakhir pada Minggu (8/3/2026). Pasukan Marziyeh Jafari finis sebagai juru kunci Grup A tanpa meraih poin dalam tiga laga.

Suasana menjadi tegang setelah Iran kalah dari Filipina dengan skor 0-2. Lima pemain Iran meninggalkan kamp latihan tim pada Senin (9/3) dan kabur mencari suaka di safety house yang dikelola Kepolisian Federal Australia dan otoritas lainnya.

Kelima pesepakbola wanita Iran tersebut, antara lain Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi. Mereka mencari suaka lantaran khawatir dipersekusi jika pulang ke Iran di tengah konflik yang memanas di negara itu.

Sementara itu, Timnas Putri Iran kabarnya dicap ‘pengkhianat’ oleh rezim berkuasa di Iran setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan pada laga pertama Piala Asia 2026 kontra Korea Selatan. Penolakan itu diduga menjadi bentuk protes atas kebijakan pemerintah Republik Islam Iran, khususnya terhadap kaum perempuan.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke sempat mengunggah foto dirinya bersama kelima pemain Timnas Putri Iran di safety house. Dia memastikan Zahra Ghanbari cs mendapat perlindungan dan tempat tinggal di Australia.

Seperti diketahui, Iran saat ini tengah digempur serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Operasi militer ini bahkan telah menewaskan banyak pemimpin utama Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

. Baca selengkapnya di sini!