Bima –
Manajemen Mie Gacoan Cabang Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), buka suara terkait keluhan belasan karyawan yang disebut belum menerima gaji selama satu bulan. Manajemen membantah tudingan tersebut dan menyebut masalah itu hanya kendala sistem.
“Bukan tidak digaji. Hanya kendala dan masalah sistem saja,” ucap Manajer Mie Gacoan Kota Bima, Andi Ilham, kepada, Rabu (4/2/2026).
Andi menjelaskan gerai Mie Gacoan di Kota Bima mulai beroperasi pada 28 Desember 2025. Sistem penggajian seluruh karyawan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi Talenta.
“Gaji tetap diproses dan dicairkan serta masuk melalui rekening karyawan langsung,” aku dia.
Namun, Andi mengakui terdapat belasan karyawan yang gajinya belum cair. Hal itu disebabkan kendala administrasi, terutama keterlambatan pengajuan data serta absensi yang belum diperbaiki.
“Masalahnya lebih ke administrasi. Soal gaji tetap dibayarkan. Tapi gaji sebagian karyawan sudah dicairkan karena tidak ada masalah,” bebernya.
Andi menambahkan, total karyawan Mie Gacoan Kota Bima saat ini mencapai 85 orang yang bekerja dalam tiga sistem shift. Seluruh karyawan masih berada pada tahap training dengan gaji awal sekitar Rp 1,8 juta per bulan.
“Besaran gaji dibayar sesuai UMK setelah tiga bulan kerja,” pungkas dia.
