Dedi Irawan Sopiandi alias Tender, seorang residivis asal Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditangkap Satreskrim Polresta Mataram kasus pencurian motor. Saat ditangkap, pria 33 tahun itu kedapatan menyimpan sabu di kantong celananya.
Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengatakan Dedi ditangkap pada Jumat (9/1/2026) dini hari. Ia mencuri motor di sebuah warnet wilayah Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
“Korban saat itu memarkirkan motornya di depan warnet dalam keadaan kunci masih tergantung di motor,” kata Dharma, Jumat (9/1/2026).
Korban mengetahui motornya hilang saat hendak pulang dari warnet. Korban yang tidak terima lalu melapor ke Satreskrim Polresta Mataram.
“Korban mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta,” sebutnya.
Hasil penyelidikan, pelaku ditangkap di Lingkungan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Saat diamankan itu, polisi menemukan sabu yang disimpan pelaku di dalam kantong celananya.
“Untuk narkoba kami limpahkan ke Satresnarkoba Polresta Mataram. Kalau untuk tindak pidana pencuriannya tetap kami tangani. Pelaku juga sudah kami tahan,” ungkapnya.
Terpisah, Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan sabu tersebut ditemukan petugas di saku celana yang dikenakan pelaku.
“Saat diamankan terduga menunjukkan gelagat mencurigakan. Setelah dilakukan pendalaman, terduga akhirnya mengakui menyimpan narkoba di saku celananya,” katanya.
Selain sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Di antaranya pipa kaca, korek api gas, serta pipet plastik yang biasa digunakan sebagai alat konsumsi sabu.
“Terduga akan kami periksa secara intensif untuk mendalami perannya, apakah sebagai pengguna atau juga terlibat dalam peredaran narkoba,” ujarnya.
Sabu yang ditemukan beratnya 2 gram. Melihat dari jumlah barang bukti yang ditemukan, dugaan kuat pelaku tidak hanya sebagai pengguna, melainkan menjadi pengedar.
“Akan tetapi hal tersebut masih kami dalami,” tutupnya.






