Ratusan rumah terendam banjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/1/2026) sore. Bahkan, lima di antaranya jebol akibat hantaman banjir setinggi 80 sentimeter (cm).
“Dua unit rumah jebol temboknya di Desa Rasabou dan tiga unit lagi temboknya jebol juga di Desa Cempi Jaya,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Wan Muhtajul, Rabu malam.
Wan merinci sebanyak 31 rumah terdampak banjir di Desa Rasabou. Kemudian, 78 rumah warga terendam banjir di dua dusun di Desa Cempi Jaya.
“Kalau di Desa Daha ada lima kepala keluarga terdampak dan satu kios yang jebol,” imbuhnya.
Wan mengatakan banjir juga menerjang tiga desa di Kecamatan Kilo. Sebanyak 200 kepala keluarga di Desa Lasi, Desa Kramat, dan Desa Mbuju terdampak banjir bandang dengan ketinggian air mencapai setengah meter.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Banjir juga terjadi di Kecamatan Pajo pada hari yang sama. Di sana, banjir setinggi 50 sentimeter merendam pondok pesantren,” tuturnya.
BPBD Dompu tengah berkoordinasi dengan stakeholder terkait penanganan pascabanjir. Wan meminta unsur teknis untuk melakukan penanganan kesehatan warga terdampak.
Ia mengimbau warga Dompu untuk selalu waspada di tengah cuaca ekstrem. Menurutnya, sebagian wilayah di NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian lainnya masih dalam periode peralihan musim.
Wan menyebut hujan dan angin kencang berpotensi terjadi hingga 10 hari mendatang. Ia mengingatkan warga Dompu agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.
“Banjir juga terjadi di Kecamatan Pajo pada hari yang sama. Di sana, banjir setinggi 50 sentimeter merendam pondok pesantren,” tuturnya.
BPBD Dompu tengah berkoordinasi dengan stakeholder terkait penanganan pascabanjir. Wan meminta unsur teknis untuk melakukan penanganan kesehatan warga terdampak.
Ia mengimbau warga Dompu untuk selalu waspada di tengah cuaca ekstrem. Menurutnya, sebagian wilayah di NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian lainnya masih dalam periode peralihan musim.
Wan menyebut hujan dan angin kencang berpotensi terjadi hingga 10 hari mendatang. Ia mengingatkan warga Dompu agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.






