Pungli Jasa Keset di Pelabuhan Gilimanuk Dihentikan

Posted on

Sebuah video yang menunjukkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) di dermaga landing craft mechanized (LCM) Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, viral di media sosial (medsos). PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk memastikan praktik pungutan tersebut telah dihentikan.

Manager Usaha PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengatakan telah melakukan koordinasi menyikapi video viral tersebut. Didi menegaskan praktik pungutan tersebut tidak diperbolehkan.

“Tindak lanjut kami masih berproses. Di sana itu yang bekerja masyarakat sekitar, sudah sejak lama (puluhan tahun). Kalau secara aturan memang tidak boleh, tetapi kami akomodasi semua dahulu. Memang berkali-kali menjadi pembicaraan, tidak gampang juga menyelesaikan,” ungkap Didi saat dikonfirmasi infoBali, Rabu (7/1/2026).

Didi menjelaskan jasa keset sebenarnya memang dibutuhkan oleh pengguna jasa, terutama kendaraan barang dan truk besar. Jasa ini berfungsi mempermudah kendaraan saat keluar masuk atau naik ke atas kapal agar roda tidak selip.

Meski jasanya masih diperbolehkan, Didi menekankan petugas dilarang memungut biaya apa pun dari pengguna jasa.

“Kegiatan masih (jasa keset), tetapi tidak diperbolehkan untuk memungut biaya apa pun. Kami PT ASDP melarang adanya pungutan. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik,” tegas Didi.

ASDP Pelabuhan Gilimanuk kini menyiagakan petugas untuk melakukan pengawasan di area dermaga LCM untuk mengantisipasi hal serupa.

Didi juga meminta masyarakat atau pengguna jasa untuk lebih bijak dalam menyampaikan keluhan. Jika ditemukan kejanggalan atau ketidakpuasan pelayanan di Pelabuhan Gilimanuk, warga diminta langsung melapor ke petugas di lapangan atau menghubungi layanan resmi.

“Komplain langsung lebih bijak agar kami bisa melakukan evaluasi pelayanan. Kami terbuka, ada (hotline) 191 apa yang harus diperbaiki,” jelas Didi.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, viral di media sosial. Video berdurasi 17 info tersebut memperlihatkan percakapan antara seorang pria dengan pengemudi mobil.

Pengemudi mobil jenis minibus itu awalnya bingung ketika dimintai uang saat hendak masuk kapal feri. Dia pun bertanya mengenai pungutan tersebut. “Jasa keset Rp 4 ribu menuju kapal, bayarnya di sini,” ujar pria bertopi dan berseragam biru itu.