Jembrana –
Rencana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi berubah. Proyek strategis nasional itu tetap dilanjutkan, namun hanya untuk Seksi II (Pekutatan-Soka) dan Seksi III (Soka-Mengwi). Sementara Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk-Pekutatan resmi dibatalkan.
Kepala Dinas PUPRP Jembrana I Wayan Sudiarta membenarkan perubahan tersebut. Ia merujuk surat Direktur Jalan Bebas Hambatan Nomor P50102/B/BK/2026/24 tertanggal 11 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kanwil BPN Provinsi Bali.
“Berdasarkan informasi surat tersebut, pembangunan jalan tol berlanjut tetapi hanya dari Pekutatan-Soka dan Soka-Mengwi. Seksi II dan III dipastikan berlanjut, sedangkan Seksi I tidak berlanjut dengan alasan jumlah penduduk,” ungkap Sudiarta saat ditemui di kantornya, Jumat (27/2/2026).
Dalam surat itu dijelaskan terjadi perubahan trase dari semula Gilimanuk-Pekutatan-Soka-Mengwi menjadi hanya Pekutatan-Soka-Mengwi. Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU saat ini melakukan pemutakhiran kajian kelayakan finansial.
Ruas Pekutatan hingga Mengwi dinilai memiliki kepadatan penduduk lebih tinggi sehingga dianggap lebih potensial mendukung konsep integrasi dengan pengembangan lahan (land development). Perubahan trase tersebut juga disebut lebih efisien secara pembiayaan.
“Setelah reviu Basic Design dan ROW Plan selesai untuk trase yang baru, Direktorat Jenderal Bina Marga akan menyampaikan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) kepada Gubernur Bali untuk penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok),” tambah Sudiarta mengutip isi surat tersebut.
Dampak ke UMKM Jalur Nasional
Sudiarta menilai batalnya pembangunan Seksi I di wilayah barat Jembrana justru menjadi kabar baik bagi pelaku UMKM di sepanjang jalur nasional. Sebelumnya, pedagang dan pengusaha lokal khawatir usaha mereka terdampak jika arus kendaraan sepenuhnya beralih ke tol.
“Usaha di jalan nasional malah diuntungkan dengan batalnya tol (Seksi I). Karena sebelum masuk atau sesudah keluar tol di Pekutatan menuju Gilimanuk atau sebaliknya, kendaraan bisa mampir di usaha mereka,” jelasnya.
Dengan dibatalkannya jalur Gilimanuk-Pekutatan, kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk tetap melintasi jalan nasional hingga Pekutatan sebelum masuk tol. Aktivitas ekonomi di sepanjang jalur utama Jembrana pun diprediksi tetap bergerak.
Sebagai informasi, rencana awal Tol Gilimanuk-Mengwi memiliki panjang total 96,84 kilometer dan dibangun dalam tiga tahap. Tahap I Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer, tahap II Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer, dan tahap III Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.






