Tersangka pengeroyokan dua sekuriti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, bertambah lagi satu orang. Pria berinisial MR (55) itu menjadi tersangka ketujuh yang sudah ditangkap polisi.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, mengungkapkan MR merupakan provokator aksi pengeroyokan dua sekuriti bandara tersebut. Menurutnya, MR memprovokasi dan menghasut enam tersangka lain saat keributan di Bandara Ngurah Rai.
“Tersangka berinisial MR ditahan terkait dugaan tindak pidana penghasutan,” kata Artana kepada infoBali, Jumat (29/8/2025).
Artana mengatakan MR sempat mengirim pesan suara ke grup WhatsApp (WA) LJ. Rekaman suara itu berisi ajakan kepada para sopir untuk berkumpul di lounge taxi online Grab Bandara Ngurah Rai saat keributan meletus pada Jumat (22/8/2025) dini hari.
Menurut Artana, ajakan dengan bernada provokasi itu kemudian ditanggapai enam tersangka berinisial IT (26), ATN (29), MLS (28), AIS (25), TN (20), dan MIW (26). Sekitar sejam kemudian, MR dan enam tersangka lainnya mendatangi konter Grab di Bandara Ngurah Rai.
“Dalam pemeriksaan, MR mengakui perbuatannya itu,” kata Artana.
Cekcok terjadi saat tujuh tersangka itu mengonfrontasi pegawai Grab yang sedang berada di konter itu. Artana menyebut cekcok itu dipicu masalah aplikasi Grab yang bermasalah.
Saat cekcok, Artana berujar, dua sekuriti bandara berinisial Kadek PP dan Kadek AK berusaha menengahi dan menenangkan mereka. Namun, suasana semakin memanas hingga baku hantam terjadi. Saat itulah kedua sekuriti bandara itu menjadi sasaran penganiayaan.
“Sistem aplikasi dianggap bermasalah sehingga terjadi keributan yang tidak terkendali dan mengakibatkan adanya korban dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya.
Kini, MR resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Kawasan Bandara. MR dijerat Pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.
Sebelumnya, video keributan di Bandara I Gusti Ngurah Rai itu viral di media sosial. Berdasarkan video yang beredar, para pihak yang terlibat keributan itu juga sempat saling dorong di area penjemputan bandara.
Salah satu pria yang diduga merupakan sekuriti Bandara Ngurah Rai bahkan sempat terjatuh seusai saling kejar dengan pria lainnya. Selain itu, salah satu pria juga sempat menendang pria lainnya yang kemudian berlari. Video berdurasi singkat 10 info itu direkam saat malam hari.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan keributan itu terjadi di area pelayanan transportasi darat (ground transport) bandara. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi karena adanya dinamika antara dua pengelola ground transport, yakni Lohjinawi dan Grab.
Syaugi menuturkan otoritas bandara, termasuk Polres Kawasan Bandara, TNI AU, serta sekuriti bandara, langsung melakukan pengamanan. Menurutnya, petugas Avsec juga sempat berupaya menenangkan massa.
“Namun, situasi semakin tidak terkendali hingga terjadi aksi saling dorong dan kekerasan berupa pemukulan yang dialami petugas sekuriti bandara,” ujar Syaugi, beberapa waktu lalu.
Viral di Media Sosial
Cekcok terjadi saat tujuh tersangka itu mengonfrontasi pegawai Grab yang sedang berada di konter itu. Artana menyebut cekcok itu dipicu masalah aplikasi Grab yang bermasalah.
Saat cekcok, Artana berujar, dua sekuriti bandara berinisial Kadek PP dan Kadek AK berusaha menengahi dan menenangkan mereka. Namun, suasana semakin memanas hingga baku hantam terjadi. Saat itulah kedua sekuriti bandara itu menjadi sasaran penganiayaan.
“Sistem aplikasi dianggap bermasalah sehingga terjadi keributan yang tidak terkendali dan mengakibatkan adanya korban dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya.
Kini, MR resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Kawasan Bandara. MR dijerat Pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.
Sebelumnya, video keributan di Bandara I Gusti Ngurah Rai itu viral di media sosial. Berdasarkan video yang beredar, para pihak yang terlibat keributan itu juga sempat saling dorong di area penjemputan bandara.
Salah satu pria yang diduga merupakan sekuriti Bandara Ngurah Rai bahkan sempat terjatuh seusai saling kejar dengan pria lainnya. Selain itu, salah satu pria juga sempat menendang pria lainnya yang kemudian berlari. Video berdurasi singkat 10 info itu direkam saat malam hari.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan keributan itu terjadi di area pelayanan transportasi darat (ground transport) bandara. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi karena adanya dinamika antara dua pengelola ground transport, yakni Lohjinawi dan Grab.
Syaugi menuturkan otoritas bandara, termasuk Polres Kawasan Bandara, TNI AU, serta sekuriti bandara, langsung melakukan pengamanan. Menurutnya, petugas Avsec juga sempat berupaya menenangkan massa.
“Namun, situasi semakin tidak terkendali hingga terjadi aksi saling dorong dan kekerasan berupa pemukulan yang dialami petugas sekuriti bandara,” ujar Syaugi, beberapa waktu lalu.