Profesor Sukardi terpilih sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026-2030. Prof. Sukardi meraih suara terbanyak pada pemilihan Rektor Unram pada Rapat Senat Khusus pemilihan calon rektor, Kamis sore (8/1/2026).
Tiga calon rektor yang mengikuti tahapan pemilihan tersebut, yakni Prof Sukardi dengan nomor urut 1, Prof Kurniawan dengan nomor urut 2, serta Prof. Muhamad Ali dengan nomor urut 3. Seluruh calon telah melalui proses penjaringan dan penyaringan oleh Senat Unram pada tahapan sebelumnya.
Pemilihan dilaksanakan melalui mekanisme pemungutan suara oleh anggota Senat Unram bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Fauzan.
Hadir langsung dalam pemilihan calon rektor, Fauzan menyampaikan bahwa pemilihan rektor Unram merupakan bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan dalam sebuah organisasi perguruan tinggi.
“Pemilihan rektor adalah sebuah keniscayaan dalam organisasi sebagai bagian dari proses regenerasi. Melalui mekanisme inilah keberlanjutan kepemimpinan dan arah masa depan institusi ditentukan,” ujarnya di Mataram.
Fauzan menyebut, proses pemilihan rektor sejatinya merupakan proses memilih masa depan sebuah universitas.
“Kita sedang memilih untuk masa depan. Seorang rektor memimpin gerbong besar yang di dalamnya ada puluhan ribu manusia, sehingga dibutuhkan komitmen, integritas, dan konsistensi yang kuat,” tegas Fauzan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, calon rektor nomor urut 1, Prof Sukardi memperoleh 68 suara, disusul calon nomor urut 3 Prof Muhamad Ali dengan 14 suara, dan calon nomor urut 2, Prof Kurniawan dengan 9 suara.
“Dengan perolehan tersebut, Prof Sukardi meraih suara terbanyak dalam pemilihan Calon Rektor Unram Periode 2026-2030,” katanya.
Rektor Unram, Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen Diktisaintek RI yang turut hadir secara langsung dalam proses pemilihan Calon Rektor Unram periode 2026-2030.
Dia menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah dilaksanakan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Universitas Mataram saat ini sedang menjalankan proses demokrasi di kampus. Demokrasi ini harus kita jaga bersama agar tetap sehat, bermartabat, dan berfokus pada gagasan serta visi yang disampaikan oleh para calon,” ujar Rektor.
Sementara itu. Prof. Sukardi menegaskan komitmennya untuk membangun Unram secara inklusif dan kolaboratif. Menurutnya kontestasi pemilihan rektor merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diakhiri dengan persatuan.
“Ini kontestasi bagian dari demokrasi, setelah ini selesai bersatu kembali,” ujar Prof. Sukardi usai pemilihan rektor di Gedung Rektorat Unram, Kamis sore (8/1/2026).
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram itu menegaskan, akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh civitas akademika, termasuk para kandidat yang sebelumnya menjadi pesaing dalam pemilihan rektor Unram.
“Mungkin kita akan membuka ruang kolaborasi dengan teman-teman semuanya. Karena kalau tidak begitu kita tidak bisa bangun Unram,” tegasnya.
Meski begitu, Prof. Sukardi menekankan bahwa kolaborasi tersebut harus dilandasi oleh kesamaan visi-misi dan komitmen untuk memajukan Unram secara profesional.
“Tentu syaratnya adalah punya tujuan yang sama, profesional, punya integritas yang kuat, kemudian punya komitmen yang sama untuk membangun Unram bersama-sama,” tandasnya.






