Pria Sumba Meninggal Usai Digigit Anjing Rabies di Kota Bima

Posted on

Bima

Linus (36), warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban meninggal seusai digigit anjing liar diduga rabies di Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

“Iya benar,” ucap Plt Lurah Jatibaru Timur Didi Yardiansyah kepada, Jumat (13/2/2026).

Didi menyebut Linus meninggal dunia di RSUD Kota Bima pada Kamis (12/2/2026). Jenazahnya sudah dibawa kembali ke kampung halamannya oleh keluarga korban.

“Korban adalah warga Sumba, NTT, yang tinggal sementara di kompleks perumahan relokasi Kelurahan Jatibaru Timur,” ujarnya.

Sebelum meninggal, Linus awalnya digigit anjing liar di sekitar tempat tinggalnya. Tepatnya di RT 19 Lingkungan Rengge Nggapi Kelurahan Jatibaru Timur, pada 18 Januari 2026. Saat itu, Linus dibawa ke Puskesmas Jatibaru oleh warga sekitar.

“Korban gigitan anjing liar. Meski sempat dibawa ke Puskesmas Jatibaru, tapi korban tidak mau dirawat inap,” katanya.

Enggan dirawat inap, pihak Puskesmas bersama Jajaran Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima turun tangan membujuknya. Namun bujukan tersebut tak mempan, Linus malah tetap menolak.

“Selain tak mau dirawat inap. Korban juga tidak mau divaksin oleh Tim Dikes serta Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima,” katanya.

Karena dibiarkan begitu saja, kondisi kesehatan Linus kian memburuk. Linus akhirnya dibawa ke RSUD Kota Bima hingga menjalani perawatan intensif. Namun nyawanya tak dapat ditolong oleh Tim Medis.

“Korban meninggal saat menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bima,” bebernya.

Warga Jatibaru Timur, Deden (30), menjelaskan warga meninggal akibat gigitan anjing liar bukan kali pertama di kompleks perumahan relokasi Jatibaru Timur. Pada 2024, seorang warga juga meninggal setelah digigit anjing liar diduga rabies.

“Yang meninggal karena digigit anjing liar di sini bukan saja sekarang. 2024 lalu, ada satu korban yang meninggal karena digigit anjing liar,” terang dia.

Deden meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Peternakan (Distan) Kota Bima untuk turun tangan dan serius menyikapinya. Jangan sampai ke depan ada korban lain akibat digigit anjing gila yang diduga rabies.

“Saya berharap bisa disikapi dengan tindakan nyata. Tidak boleh dianggap sepele,” tandasnya.