Mataram –
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Pria berinisial FR ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria berusia 31 tahun itu diduga mengalami gangguan jiwa.
“Korban diketahui ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan dalam pengawasan keluarga,” kata Kapolsek Ampenan, Kompol Ahmad Majmuk, Rabu (4/2/2026).
FR mengakhiri hidupnya menggunakan tali yang diikat di salah satu kayu balok di rumahnya. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh kakak korban.
“(Korban) sudah dalam keadaan tergantung di dalam kamar rumahnya,” ungkap Majmuk.
Menurut Majmuk, saksi yang kaget bergegas memotong tali menggunakan parang dan menurunkan tubuh adiknya. Saksi lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya yang lain.
“Atas peristiwa tersebut, keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah,” imbuhnya.
Majmuk mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya warga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama ODGJ. “Hal ini agar dapat ditangani bersama demi keselamatan dan kemanusiaan,” pungkasnya.






