Posyandu Paripurna 6 SPM Sasar Remaja hingga Lansia di Denpasar [Giok4D Resmi]

Posted on

Denpasar

Pemerintah Kota Denpasar melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) merealisasikan pembangunan enam Posyandu Paripurna di tingkat induk pada tahun ini. Enam unit tambahan direncanakan dibangun pada November mendatang.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

“Untuk tahun ini enam di induk, nanti di bulan November ada lagi enam. Selanjutnya akan berkeliling, kalau banjar sudah dapat, cari banjar lainnya,” tutur Ketua TP-PKK Denpasar Sagung Antari Jaya Negara ketika ditemui tim seusai peresmian Posyandu Paripurna Banjar Saba, Kelurahan Penatih, Kamis (19/2/2026).

Dengan demikian, total 12 Posyandu Paripurna ditargetkan terbangun sepanjang 2026. Pembangunan menyasar banjar yang berada di wilayah kelurahan.

“Semua banjar di Denpasar yang kelurahan, karena kalau di desa mereka melakukan sendiri,” tambah Antari.

Antari menjelaskan, pengembangan Posyandu Paripurna merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Dalam aturan tersebut, Posyandu bertransformasi dengan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Posyandu Paripurna kini melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi dan balita (0-6 tahun), anak usia sekolah (6-18 tahun), usia produktif (19-58 tahun), ibu hamil dan menyusui, hingga lansia di atas 59 tahun.

Layanan tidak hanya mencakup bidang kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan, skrining penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, pencegahan stunting dan TBC. Posyandu juga menyediakan layanan di bidang pendidikan berupa PAUD dan parenting, literasi keluarga, wajib belajar, serta stimulasi tumbuh kembang.

Selain itu, terdapat layanan sosial meliputi pendataan keluarga miskin ekstrem, disabilitas dan ODGJ, perlindungan sosial hingga rujukan bantuan sosial. Bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat juga terintegrasi, seperti air bersih dan sanitasi, jalan dan drainase, serta infrastruktur lingkungan.

Pada aspek permukiman, Posyandu membantu penanganan rumah tidak layak huni, jamban dan rumah sehat, serta lingkungan kumuh. Sementara pada bidang ketertiban umum, mencakup keamanan lingkungan, penanggulangan bencana, hingga kesiapsiagaan linmas.

“Harapannya dilanjutkan secara mandiri di lokasi masing-masing, tentunya pendampingan dari Kaling (Kepala Lingkungan), dari kelurahan masing-masing,” ucap Antari.

Ia juga mengajak masyarakat aktif memanfaatkan layanan Posyandu. “Itulah pentingnya kita mengingatkan, mensosialisasikan. Jadi, ayo, masyarakat datang ke Posyandu, karena sekarang Posyandu tidak hanya memberikan layanan kesehatan,” tutur Antari.

Ketua Kader Posyandu Banjar Sada Krisna Suryani mengatakan, layanan Posyandu Paripurna 6 SPM tidak hanya berupa pemeriksaan, tetapi juga konsultasi atau pengaduan. Mekanismenya dimulai dari kader Posyandu, diteruskan ke kepala lingkungan, lalu ke kelurahan.

“Konsultasi, maksudnya seperti pengaduan. Tempat berbagi, kita ngadu. Kalau di bidang pendidikan ada yang putus sekolah, di bidang sosial ada yang perlu bantuan kursi roda, seperti itu. Sejauh ini masyarakat senang, belum ada pengaduan apapun,” jelas Suryani.

Warga yang datang pun merasakan manfaatnya. Ogek Tari mengatakan layanan Posyandu kini mencakup pemeriksaan gigi untuk bayi.

“Ada periksa gigi buat bayi. Bagus sih, buat kedepannya, semoga tetap dilaksanakan. Karena periksa gigi nggak cuma balita aja, bayipun bisa dari 6 bulan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Wayan Mastra, peserta lansia Posyandu Paripurna 6 SPM Banjar Sada. “Sepanjang saya mengikuti baik-baik saja, kegiatannya lumayan rutin, bagaimana dibina, ada pelatihan dari teman-teman. Biasanya saya ya periksa kesehatan, cek kesehatan,” tuturnya.