Bima –
Jajaran Polres Bima dan Polsek Tambora membersihkan sekolah hingga rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banjir tersebut menyisakan lumpur dan sampah.
“Pembersihan dilakukan sejak pagi tadi,” ucap Kapolsek Tambora Iptu Suhadak, kepada, Senin (23/2/2026).
Suhadak mengaku pembersihan lumpur sisa banjir seperti di SDN 1 dan 2 Labuan Kananga. Menurut dia, keberadaan lumpur itu sangat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di dua sekolah tersebut.
“Yang dibersihkan mulai dari lantai hingga tembok sekolah. Kami juga menata kursi dan meja yang berserakan terendam banjir,” katanya
“Tujuannya agar KBM kembali berjalan. Selain di sekolah kami juga membersihkan lumpur dan sampah ssisa banjir di rumah-rumah warga yang terdampak,” imbuh dia.
Diberitakan sebelumnya, enam desa di Kecamatan Sanggar dan Tambora, Kabupaten Bima, NTB, diterjang banjir hari ini. Ratusan rumah terendam hingga ruas jalan raya berubah menjadi aliran sungai.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengungkapkan wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Sabtu (21/2) malam hingga Minggu (22/2/2026) pagi.
“Hujan dua hari berturut-turut, enam desa di Kecamatan Tambora dan Sanggar terendam banjir,” ujarnya, Minggu.
Huda membeberkan jumlah rumah yang terendam banjir di Kecamatan Tambora sebanyak 140 unit. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum. Termasuk SDN 1 dan 2 Labuan Kananga, masjid, kantor desa, hingga Pasar Labuan Kananga.
“Akses jalan raya provinsi di Desa Labuan Kananga juga tergenang air bercampur lumpur hingga menghambat arus lalu lintas,” imbuh Huda.
Selanjutnya, jumlah rumah terendam banjir di Desa Kawinda Na’e, Kecamatan Tambora, tercatat sebanyak 20 unit. Bahkan, jalan raya di desa itu berubah menjadi aliran sungai setelah tanah dari bahu jalan terkikis banjir.
“Kondisi ini diperparah pohon tumbang di jalan provinsilintas Tambora-Kore. Pohon tumbang berukuran besar ini berdampak terhambatnya aktivitas warga Desa Kawinda Na’e,” ujar Huda.
Selain itu, sebanyak 44 rumah warga juga terendam banjir di Desa Rasabou. Ada pula ruas jalan rusak hingga membahayakan warga yang melintas di Desa Oi Panihi.
“Terkait banyaknya ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Tambora yang terendam banjir. Kami dari BPBD Kabupaten Bima sudah melaporkan ke Pemprov NTB,” imbuhnya.






