Buleleng –
Polres Buleleng menggelar aksi bersih-bersih pantai secara serentak di sembilan titik wilayah pesisir Buleleng, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini melibatkan ratusan personel kepolisian yang bersinergi dengan TNI, pemerintah desa, pelaku pariwisata hingga masyarakat setempat.
Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan kegiatan dimulai sejak pagi dan menyasar jalur pantai dari wilayah Tejakula hingga Gerokgak.
“Hari ini kami mulai dari pagi ada sembilan titik bersih-bersih pantai yang kami laksanakan sepanjang jalur pantai dari Tejakula menuju Gerokgak,” kata Kompol Agus Dwi ditemui saat kegiatan bersih pantai di kawasan Pantai Happy Tukadmungga, Rabu sore.
Dari pantauan sore tadi terlihat personel Polres Buleleng bersama warga Desa Tukadmungga melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Happy Tukadmungga. Kegiatan dilakukan dengan menyisir area bibir pantai hingga titik-titik yang menjadi tempat penumpukan sampah kiriman.
Ia menjelaskan, total sekitar 700 orang terlibat dalam kegiatan di sembilan titik tersebut. Dari aksi bersih-bersih hari ini, petugas berhasil mengumpulkan sekitar 175 kilogram (kg) sampah yang selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan akhir.
Menurut laporan jajaran Polsek, mayoritas sampah yang ditemukan berupa sampah plastik dan sampah kiriman yang terbawa aliran sungai hingga ke pesisir pantai.
“Kami bersinergi dengan kepala desa, TNI, pelaku pariwisata dari PHRI, sampai pemilik hotel. Sampah yang diamankan sekitar 175 kg dan langsung kami angkut,” ujarnya.
Ia menambahkan, sembilan titik lokasi pembersihan ditentukan masing-masing Kapolsek, termasuk teknis pengolahan hingga pengangkutan sampah di wilayah tugasnya. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini juga sesuai arahan Bapak Presiden, Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda dalam rangka menuju Indonesia Asri 2045,” imbuhnya.
Ke depan, kegiatan serupa tidak hanya difokuskan di wilayah pantai, tetapi juga akan menyasar daerah penyangga pesisir.
“Hari ini fokus di pantai, tapi nanti akan berkembang ke wilayah penyangga pantai seperti desa-desa di Busungbiu dan Sukasada. Besok kami juga pusatkan kegiatan di Pelabuhan Buleleng,” pungkasnya.
Sementara itu, Perbekel Tukadmungga Kadek Surya Darmawan mengatakan setiap tahun wilayahnya menerima sampah kiriman hingga dua truk, terutama pada Januari dan Februari. Kondisi ini dipicu posisi desa yang berada di hilir aliran dua sungai besar.
“Setiap Januari paling tidak ada dua truk sampah kiriman karena kami berdekatan dengan dua arus sungai, termasuk Tukad Bangke dan sungai penyangga lainnya yang terhubung sampai desa-desa tetangga dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Ia menjelaskan pengelolaan sampah di desa dilakukan oleh dua lembaga, yakni desa adat dan desa dinas melalui BUMDes. Sampah diangkut dari sumber, diolah, lalu residunya dibuang ke TPA Bengkala.
Ke depan, pemerintah desa berencana membuat lubang biopori di setiap rumah sebagai solusi pengelolaan sampah organik, terutama sisa makanan yang kerap menimbulkan bau saat bercampur dengan sampah plastik.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Dengan biopori, sampah yang kita angkut nantinya lebih fokus ke sampah plastik,” jelasnya.
Ia menyebut, TPST dan TPS3R di desa berjalan baik. Bahkan, hasil pemilahan sampah bernilai ekonomis mampu menutup biaya operasional pengelolaan, termasuk gaji sembilan pekerja pengelola sampah.
“Yang dipilah dan dijual terutama kardus, plastik, dan jeriken. Residu yang dibuang ke Bengkala hanya sekitar satu truk setiap dua hari,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Polres Buleleng, TNI, dan Pemkab Buleleng dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Buleleng, TNI, dan Pemkab. Kalau kita bergerak bersama, persoalan sampah pasti bisa teratasi,” tutupnya.
