Badung –
Polisi mengamankan kelompok orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap remaja berinisial IGSP (16) di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, dekat Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Polisi memeriksa mereka, mendalami motif penyerangan tersebut.
“Ya, 10 terduga pelaku ini sudah diamankan Sabtu malam. Saat ini masih dilakukan pendalaman penyelidikan,” kata PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Minggu (1/2/2026).
Kondisi korban yang sebelumnya menjalani perawatan medis di rumah sakit kini dilaporkan telah membaik dan diizinkan kembali ke rumah. Polisi juga mengonfirmasi jumlah pelaku yang teridentifikasi melalui rekaman CCTV berbeda dengan keterangan awal korban.
“Korban sudah pulang dari rumah sakit sejak kemarin. Kalau dari rekaman CCTV, sementara terduga pelaku yang terkonfirmasi 10 orang,” ujar Ayu Inastuti.
Polisi belum mengungkap identitas para pelaku tersebut. Penyidik, kata Ayu, menegaskan antara korban dan pelaku tidak saling mengenal, tapi akan terus didalami adanya indikasi konflik lama atau motif dendam di balik aksi kekerasan tersebut dan memperjelas duduk perkara.
“Kami masih terus meminta keterangan dari korban, saksi-saksi, dan juga para terduga pelaku,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, IGSP asal Canggu, Kuta Utara dikeroyok puluhan orang tak dikenal, Sabtu dini hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada kepala belakang hingga harus mendapat empat jahitan.
Selain luka kepala, korban menderita memar di punggung akibat hantaman benda tumpul dan tendangan. Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa mengatakan pengeroyokan bermula ketika korban dan seorang temannya melihat ada keramaian di depan lampu merah Kelurahan Lukluk, lalu memaksa mereka putar balik ke arah barat atau rumah sakit.
Saat mereka menepi, puluhan orang mendatangi korban dan langsung menyerang. Para pelaku disebut menarik korban dari atas motor hingga terjatuh. Selain memukul dan menendang korban, salah satu pelaku diduga menyerang korban menggunakan benda tumpul.






