Denpasar –
Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyelidiki kasus dugaan penculikan terhadap seorang warga negara (WN) Ukraina berinisial IK (28) di Kuta Selatan, Badung, Bali. Video dugaan penculikan yang dialami turis asing itu viral di media sosial.
Berdasarkan video yang beredar, IK mengaku diculik hingga disiksa dan diminta membayar tebusan senilai USD 10 juta. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan pada Minggu (15/2) dini hari.
“Sudah dilaporkan di Polsek Kuta Selatan. Kejadian itu dilaporkan tengah malam oleh salah satu teman korban yang diculik ini,” ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Rabu (25/2/2026).
Ariasandy menjelaskan tim langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan tersebut. Menurutnya, kasus itu ditangani jajaran Polsek Kuta Selatan dan Polresta Denpasar serta mendapat backup dari Polda Bali.
“Kami sudah turun ke lapangan, sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan, mengumpulkan data, dan segala macam,” kata Ariasandy.
Polisi juga telah memeriksa sekitar 10 saksi terkait dugaan penculikan terhadap orang asing tersebut. Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti.
Menurut Ariasandy, IK tercatat sedang berada di Bali untuk berlibur. Hal itu diketahui dari pemeriksaan dokumen perjalanan dan visa yang bersangkutan. Ariasandy menegaskan seluruh rangkaian proses saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Kronologi Versi Pelapor
Berdasarkan keterangan pelapor, saat kejadian mereka bertiga mengendarai sepeda motor di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Salah satu dari mereka disebut hendak melatih temannya mengendarai sepeda motor di jalan menanjak.
“Namun, dalam perjalanan menuju lokasi latihan, salah seorang di antaranya menyadari dua rekannya sudah tidak terlihat di belakang. Tak lama kemudian, salah satu teman korban merapat dan mengaku mereka diserang oleh orang tak dikenal,” kata Ariasandy.
Keduanya kemudian kembali ke lokasi kejadian. Setibanya di sana, korban disebut sudah tidak berada di tempat. Di lokasi hanya ditemukan sejumlah barang milik korban, termasuk ponsel dan tas.
Barang-barang tersebut kemudian diamankan oleh rekan korban sebelum akhirnya peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap dugaan penculikan tersebut.






