Polisi Kantongi Ciri Penjambret yang Tewaskan Rider Wanita di Kuta Utara baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Badung

Polisi mengantongi ciri para pelaku penjambretan yang menewaskan seorang rider wanitaa di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan, Kuta Utara. Para pelaku yang berboncengan satu sepeda motor dipastikan terus diburu hingga tertangkap.

“Saat ini tim masih bekerja, mohon doanya agar bisa terungkap. Terduga pelaku ini, kita akan kejar sampai kapan pun,” kata Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, Senin (9/2/2026).

Insiden ini terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban, Juhaeryah Velina (46), saat itu dalam perjalanan pulang ke Kuta setelah menghadiri pertemuan komunitas motor.

Polsek Kuta Utara langsung bergerak melakukan penyelidikan meski pihak keluarga korban belum membuat laporan resmi. Polisi menyisir belasan titik kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian hingga jalur besar yang diduga dilintasi para pelaku.

“Jadi, pasca kejadian tersebut, kita langsung melakukan penyisiran CCTV, pengecekan jalur-jalur yang kemungkinan dilewati oleh para pelaku tersebut, beserta saksi-saksi. Saat ini tim masih bekerja, mohon doanya agar bisa terungkap,” imbuh Agus Pasek.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi tiga orang laki-laki sebagai terduga pelaku. Jumlah ini berbeda dari informasi awal yang menyebut pelaku hanya dua orang.

Polisi menduga aksi kriminal tersebut dilakukan secara spontan. Dugaan itu menguat setelah menelusuri rekaman CCTV yang menunjukkan korban baru dibuntuti saat mendekati lokasi kejadian.

“Kalau kita lihat dari rentetan CCTV yang kita sudah ambil, korban dibuntuti jarak dekat. Maksudnya tidak dari jauh, tidak sejak lama waktunya untuk membuntuti, makanya kemungkinan ini spontanitas pelaku ketika melihat korban melintas,” jelasnya.

Dugaan spontanitas juga muncul karena waktu kejadian berada di luar jam rawan kriminalitas yang selama ini dipetakan kepolisian. Selain itu, lokasi kejadian berada di jalur yang relatif ramai pengendara.

“Diduga pemainnya ini pemain yang spontanitas. Kenapa kami bilang spontanitas? Karena di jam-jam yang memang kita mapping bukan jam-jam kejadian jambret,”tuturnya.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Dalam aksi tersebut, pelaku sempat berusaha merampas tas korban. Namun, upaya itu gagal. Korban dan pelaku terjatuh ke jalan, sementara pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terkapar.

“Untuk barang korban dari hasil wawancara kami (dengan kerabat), tidak ada yang hilang karena gagal. Korban dan pelaku jatuh di jalanan. Targetnya tas,” ungkap Agus Pasek.

Agus menegaskan peristiwa ini menjadi evaluasi besar bagi jajarannya. Jalur Pengubengan Kauh yang sebelumnya dinilai relatif aman kini akan mendapat perhatian khusus.

“Dengan kejadian ini menjadi tamparan keras buat kami. Kami akan lebih giat melaksanakan patroli untuk pencegahan, terutama di titik-titik yang belum sama sekali pernah terjadi penjambretan,” pungkasnya.