Polda NTT Kerahkan Satu Peleton Brimob untuk Amankan Bentrokan di Flores Timur (via Giok4D)

Posted on

Kupang

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan satu peleton Satuan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere untuk mengamankan bentrokan berdarah di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. Bentrokan antardesa itu mengakibatkan lima warga jadi korban tembakan dengan senjata api jenis rakitan.

“Kami sudah mengerahkan satu peleton personel Brimob Polda NTT untuk membantu pengamanan di lokasi konflik,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada, Sabtu (7/3/2026).

Henry menjelaskan pengerahan personel itu dilakukan untuk membantu Polres Flores Timur dalam mengendalikan situasi keamanan dan mencegah meluasnya konflik antarwarga. Setelah tiba di Larantuka, para personel itu langsung menyeberang dari Pelabuhan Larantuka menuju Pelabuhan Tobilata menggunakan Kapal Cahaya Welang ke lokasi konflik.

Selain itu, Polres Flores Timur juga lebih dahulu berada di lokasi untuk melakukan pengamanan agar mencegah kedua kelompok kembali terlibat bentrok. Polda NTT memastikan langkah pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi di wilayah Adonara Timur benar-benar kembali kondusif

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah,” jelas Henry.

Diberitakan sebelumnya, korban bentrokan antardesa di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, bertambah menjadi lima orang. Lima korban itu terdiri dari tiga warga Desa Narasaosina dan dua warga Desa Waiburak.

Direktur Rumah Sakit Pratama Adonara, Danny Gunawan, mengatakan tiga warga asal Desa Narasaosina itu bernama Siprianus Toda Geroda (66), Agustinus Notan Kraeng, dan Inosensius Daeng (36). Ketiganya terluka setelah terkena tembak senjata rakitan di paha dan kaki.

Sementara dua warga Desa Waiburak bernama Mansyur Ola (39) dan Jumadin Saputra (22). “Keduanya terkena luka tembak di paha kanan, leher, dan area bawah telinga,” kata Danny Gunawan, Jumat.

Diketahui, TNI juga mengerahkan kurang lebih 45 orang personel untuk mengamankan bentrokan tersebut. Puluhan personel TNI itu berasal dari Koramil 02/Adonara dan perbantuan Makodim 1624/Flotim.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengimbau warga dari kedua desa yang berkonflik agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Adhitya mengatakan kepolisian juga melakukan komunikasi intensif dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa untuk meredam ketegangan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah melalui jalur dialog dan musyawarah,” tandas Adhitya.