Buleleng –
Pipa saluran air bersih di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, hanyut diterjang luapan sungai akibat curah hujan tinggi pada Jumat (6/3) malam. Akibat kejadian itu, ratusan kepala keluarga di tiga dusun mengalami gangguan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Gede Suyasa mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan menghanyutkan pipa saluran air bersih milik warga.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan air sungai meluap dan menghanyutkan pipa saluran air bersih yang selama ini mengaliri beberapa dusun di Desa Banjar Tegeha,” kata Suyasa, Sabtu (7/3/2026).
Kerusakan pipa tersebut berdampak pada 951 kepala keluarga yang tersebar di tiga dusun. Rinciannya, Dusun Abian sebanyak 252 KK, Dusun Tengah 274 KK, dan Dusun Tangep 425 KK.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III langsung turun ke lokasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Petugas kemudian menempatkan tiga unit profil tank sebagai penampungan air sementara, yakni dua unit berkapasitas 5.300 liter dan satu unit berkapasitas 3.300 liter.
Selain itu, BPBD juga mendistribusikan air bersih sebanyak 20.000 liter kepada warga terdampak.
“TRC Regu III langsung melakukan distribusi air bersih sebanyak 20.000 liter untuk membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak,” jelas Suyasa.
Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan sementara waktu hingga jaringan pipa air bersih dapat diperbaiki.
“Untuk sementara kami masih akan terus mendistribusikan air bersih di lokasi bencana, dan kemungkinan akan bertambah titik distribusi jika diperlukan,” pungkasnya.






