Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali khawatir dengan menurunnya kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Dewata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal itu berbanding terbalik dengan kunjungan turis mancanegara yang justru meningkat.
Ketua PHRI Bali, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, mengatakan jumlah kunjungan turis secara keseluruhan meningkat meski terjadi penurunan wisatawan domestik. Ia menyebut kunjungan wisatawan domestik turun 42 persen pada Desember 2025.
“Jadi yang signifikan adalah hilangnya kunjungan wisatawan domestik. Wisatawan lewat jalur darat itu yang datang dengan kendaraan yang biasanya memacetkan jalan-jalan,” kata Cok Ace di Puri Saren Ubud, Kamis (1/1/2026).
Cok Ace juga membeberkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hingga akhir Desember 2025 mencapai 7 juta orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 6,3 juta orang.
“Tahun lalu itu (lalu lintas di Bali) macet sampai berapa kilometer. Padahal wisatawan mancanegaranya hanya 6,3 juta,” imbuh mantan wakil gubernur Bali itu.
Cok Ace mengaku tetap khawatir dengan penurunan wisatawan domestik. Ia menyebut kunjungan turis domestik tetap berkontribusi bagi pariwisata Bali.
“Jadi ini sebagai gambaran kami sangat khawatir walaupun kami teruskan berjuang,” ujarnya.
Cok Ace menilai penurunan kunjungan wisatawan domestik tidak terlepas dari pemberitaan mengenai cuaca ekstrem serta potensi bencana alam. Menurutnya, kondisi itu turut membuat wisatawan domestik takut masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
“Ini tidak lepas dari pemberitaan atau dari imbauan akan terjadinya bencana alam. Banyak yang tidak datang ke Bali, karena takut nyeberang di Gilimanuk,” imbuhnya.
“Tahun lalu itu (lalu lintas di Bali) macet sampai berapa kilometer. Padahal wisatawan mancanegaranya hanya 6,3 juta,” imbuh mantan wakil gubernur Bali itu.
Cok Ace mengaku tetap khawatir dengan penurunan wisatawan domestik. Ia menyebut kunjungan turis domestik tetap berkontribusi bagi pariwisata Bali.
“Jadi ini sebagai gambaran kami sangat khawatir walaupun kami teruskan berjuang,” ujarnya.
Cok Ace menilai penurunan kunjungan wisatawan domestik tidak terlepas dari pemberitaan mengenai cuaca ekstrem serta potensi bencana alam. Menurutnya, kondisi itu turut membuat wisatawan domestik takut masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
“Ini tidak lepas dari pemberitaan atau dari imbauan akan terjadinya bencana alam. Banyak yang tidak datang ke Bali, karena takut nyeberang di Gilimanuk,” imbuhnya.






