Jika mendengar kata Nusa Tenggara Timur (NTT), apa yang terbesit pertama kali di pikiran infoers? Pulau Komodo, Labuan Bajo, pantai yang cantik, atau kehidupan masyarakat adat yang masih sangat kental? Semua itu memang melekat kuat dengan NTT.
Namun, pesona NTT tidak berhenti sampai di sana. Bumi Flobamora juga dihiasi dengan savana perbukitan yang membuat siapapun yang berkunjung menganga dan tidak bisa berkata-kata. Salah satunya adalah Bukit Liaga di Kabupaten Ende.
Bukit ini menawarkan kontur perbukitan yang dramatis dengan hamparan rumput hijau dan pepohonan yang tumbuh di lereng-lerengnya, menciptakan suasana rimbun dan sangat asri. Keindahan Bukit Liaga semakin lengkap dengan adanya teluk yang dikelilingi perbukitan yang membentuk huruf “U”, menghadirkan panorama yang siap memanjakan mata.
Menarik, bukan? Yuk, berkunjung ke Bukit Liaga. Namun sebelum merencanakan perjalanan, simak uraian berikut ini.
Bukit Liaga menawarkan panorama alam yang sangat alami. Pada musim hujan, bukit ini akan diselimuti oleh hamparan savana berwarna hijau segar, menciptakan pemandangan perbukitan yang rimbun dan menyejukan mata.
Sementara itu, ketika musim kemarau tiba, warna savana yang hijau perlahan berubah menjadi warna kuning keemasan. Hamparan savana yang mengering ini membuat Bukit Liaga tampak seperti gunung emas yang berkilau di bawah sinar matahari bumi flobamora yang sangat panas.
Bukit ini semakin indah dengan keberadaan teluk yang dikelilingi perbukitan dan membentuk huruf “U”. Dari atas bukit, perpaduan warna laut, savana, dan langit menciptakan panorama yang begitu memanjakan mata sekaligus fotogenik. Pohon yang tumbuh subur di lereng bukit dan sekitar teluk, menambah keasrian dari Bukit Liaga.
Tak hanya asri, Bukit Liaga juga menawarkan suasana yang tenang dan jauh dari keramaian. Tempat ini sangat cocok bagi infoers yang ingin melepas penat, menikmati alam, atau sekadar menghabiskan waktu sambil meresapi keindahan NTT.
Bukit berwarna kuning keemasan ini berlokasi di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, NTT. infoers bisa mengunjungi bukit ini setiap hari selama 24 jam.
Akses menuju Bukit Liaga bisa dimulai dari Kota Ende dengan perjalan darat menuju Kota Baru terlebih dahulu. Waktu tempuh dari Kota Ende ke Kecamatan Kota Baru sekitar 4 jam perjalanan menggunakan transportasi darat.
Setibanya di Kecamatan Kota Baru, infoers harus melanjutkan perjalanan dengan berlayar menggunakan perahu motor dari Dusun Bere. Perjalanan laut ini membutuhkan waktu 20-30 menit, yang akan membawa infoers menuju area Bukit Liaga dengan pemandangan perbukitan yang sudah terlihat dari kejauhan.
Jika ingin mencapai puncak bukit, infoers perlu mendaki dari area teluk. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Bukit Liaga sekitar 40 menit. Meski menguras tenaga, keindahan panorama dari atas Bukit Liaga dijamin tidak akan mengecewakan infoers.
1. Datanglah pada pagi atau sore hari agar cuaca tidak terlalu terik dan pencahayaan lebih ramah untuk mata.
2. Gunakan pakaian dan sepatu gunung karena infoers akan berjalan dan mendaki bukit dengan kontur yang cukup menantang.
3. Jangan lupa membawa air minum dan camilan secukupnya untuk menemani aktivitas selama di Bukit Liaga.
4. Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk memotret teluk yang berbentuk huruf “U”.
5. Tetap jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan selama berada di kawasan bukit dan teluk.
6. Hormati masyarakat lokal dan ikuti aturan setempat selama berkunjung ke Bukit Liaga.






