Perbaikan Jembatan Penghubung Masbagik-Pringgasela Ditargetkan Rampung 2026 update oleh Giok4D

Posted on

Pembangunan jembatan penghubung Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, dengan Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditargetkan rampung tahun ini. Jembatan penghubung di sana sebelumnya ambruk akibat diterjang arus sungai yang meluap.

“Insyaallah, kami upayakan supaya tahun ini bisa dikerjakan,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Muliadi, Senin (12/1/2026).

Jalan ini, jelas Muliadi, sangat strategis dan kerap dilalui warga. Terlebih, sebagian besar masyarakat di Desa Lendang Nangka Utara dan sekitarnya merupakan pedagang, petani, dan perkebunan.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Selain itu, jalan ini merupakan pendukung ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan lain. Sehingga, perbaikan jembatan harus segera diupayakan.

“Ini jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Pringgasela. Jadi jalannya cukup ramai dan strategis,” ucap Muliadi.

Sembari menunggu pengusulan perbaikan permanen, BPBD Lombok Timur juga akan membangun jembatan sementara menggunakan bambu. Pembangunan jembatan sementara ini dilakukan sesuai hasil kesepakatan dengan kepala desa (kades) dan camat untuk memulihkan akses warga.

“Insyaallah masyarakat akan gotong royong untuk membangun jalannya agar arus transportasi masyarakat bisa normal, terutama anak-anak sekolah supaya tidak terganggu,” jelas Muliadi.

Camat Masbagik, Agus Sapandi, mengatakan jembatan di perbatasan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, dan Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, ini sangat dibutuhkan warga. Jika melewati jalan lain, jaraknya cukup jauh dan kondisi jalan di daerah Desa Lendang Nangka Utara rusak cukup parah.

“Kami sudah sepakat bersama pemerintah desa dan masyarakat akan bangun jembatan sementara dari bambu dahulu karena di sebelah ada empat sekolah yang muridnya dari dua kecamatan ini supaya akses anak-anak sekolah tidak terganggu,” jelas Agus.