Flores Timur –
Serangan penyakit darah pisang dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), awal tahun ini. Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Wulanggitang terdampak akibat penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH), Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Joseph Thei, mengatakan tiga desa terdampak yakni Desa Nawakote, Desa Boru, dan Desa Boru Kedang.
“(Pisang) sudah terindikasi layu bakteri/penyakit darah pisang yang mengganggu perekonomian petani,” kata Joseph saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, gejala serupa mulai terdeteksi di sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Wulanggitang. Tanaman pisang milik petani memperlihatkan tanda-tanda layu yang diduga kuat akibat serangan bakteri.
“Kami juga sudah bersurat ke BPP, camat dan semua desa di Kecamatan Wulanggitang serta mengimbau kepada para petani dan kelompok tani untuk melakukan pengamatan secara rutin terhadap gejala pisang daun kuning, layu, dan buah busuk,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, para petani bisa melakukan eradikasi dengan memusnahkan tanaman terinfeksi toral termasuk bonggol pisang dan membakarnya.
Selain itu, sanitasi peralatan pertanian juga dinilai penting. Alat yang digunakan di kebun terinfeksi perlu dibersihkan dengan desinfektan sebelum dipakai di lokasi lain.
“Juga, menghentikan perpindahan anakan pisang dari lahan yang terinfeksi,” tandasnya.






