Penutupan Aktivitas Kapal Wisata di Labuan Bajo Berlanjut - Giok4D

Posted on

Penutupan total pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlanjut hingga awal tahun ini. Adapun, cuaca di Labuan Bajo tampak cerah dua hari terakhir.

Penutupan total pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo sudah dimulai sejak 29 Desember 2025. Kapal wisata seperti pinisi dan kapal cepat (speedboat) hingga kini belum diizinkan berlayar ke Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan penutupan pelayaran kapal wisata itu mengacu pada prakiraan cuaca perairan Labuan Bajo yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Menurutnya, kapal wisata baru diizinkan berlayar ketika cuaca perairan kembali membaik.

“Masih dilakukan penutupan sampai dilaporkan gelombang atau mendapat informasi tinggi gelombang dari stasiun BMKG Tenau Kupang,” kata Stephanus, Jumat (2/1/2026).

KSOP Labuan Bajo, dia berujar, telah mengajukan surat permohonan data prakiraan cuaca perairan Labuan Bajo ke BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang pada 1 Januari 2026. Pihaknya masih menunggu respons surat tersebut. “Ya ditunggu dari mereka,” ujar Stephanus.

Selama penutupan ini, KSOP Labuan Bajo tak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) atau izin berlayar kepada kapal-kapal wisata di Labuan Bajo. Sementara kapal-kapal besar seperti kapal milik Pelni dan kapal feri masih bisa berlayar di perairan Labuan Bajo.

“Penutupan untuk yang pelayaran niaga wisata. Untuk kapal besar, Pelni dan penyeberangan (feri), masih tetap buka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta para wisatawan yang sudah telanjur di Labuan Bajo untuk tidak berwisata bahari di Taman Nasional Komodo dan sekitarnya. Hal itu dia lontarkan lantaran cuaca buruk sesuai prediksi BMKG.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Selain pertimbangan cuaca, imbauan tak berwisata bahari di TN Komodo lantaran sedang berlangsung operasi pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar pada 26 Desember 2025. Hingga kini, tiga turis Spanyol yang menjadi korban kapal tenggelam itu belum ditemukan.

“Saya mohon pengertian dari seluruh masyarakat di Manggarai Barat, khususnya di Labuan Bajo dan semua wisatawan yang lagi ada di Labuan Bajo saat ini. Tentu kita semua ingin menikmati Labuan Bajo seperti yang sudah di angankan dari awal untuk datang menikmati semua, tetapi dalam kondisi demikian, kita membantu evakuasi para korban,” ujar Laka Lena.

Suasana di Pelabuhan Marina Labuan Bajo tampak sepi sejak 29 Desember 2025. Tak ada lagi tumpukan wisatawan yang menunggu jadwal kapal wisata berangkat ke berbagai destinasi wisata di sana. Kapal-kapal wisata terlihat menumpuk di sepanjang area berlabuh di pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Suasana perairan di belakang kapal-kapal wisata berlabuh juga terlihat lengang. Lalu lalang kapal wisata yang berangkat maupun pulang membawa turis dari TN Komodo dan destinasi lainnya tak lagi terlihat.

Penutupan total layanan kapal wisata ini berselang empat hari setelah kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar, TN Komodo. Kecelakaan kapal wisata ini mendapat perhatian luas hingga mancanegara. Korbannya adalah pelatih Tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, dan keluarganya.

Hingga kini, terdapat tiga korban kapal tenggelam yang belum ditemukan. Ketiga korban adalah Martin dan dua anak laki-lakinya. Adapun, satu putri Martin sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025). Sementara itu, istri dan anak bungsu Martin selamat dari insiden nahas itu.

Selain pertimbangan cuaca, imbauan tak berwisata bahari di TN Komodo lantaran sedang berlangsung operasi pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar pada 26 Desember 2025. Hingga kini, tiga turis Spanyol yang menjadi korban kapal tenggelam itu belum ditemukan.

“Saya mohon pengertian dari seluruh masyarakat di Manggarai Barat, khususnya di Labuan Bajo dan semua wisatawan yang lagi ada di Labuan Bajo saat ini. Tentu kita semua ingin menikmati Labuan Bajo seperti yang sudah di angankan dari awal untuk datang menikmati semua, tetapi dalam kondisi demikian, kita membantu evakuasi para korban,” ujar Laka Lena.

Suasana di Pelabuhan Marina Labuan Bajo tampak sepi sejak 29 Desember 2025. Tak ada lagi tumpukan wisatawan yang menunggu jadwal kapal wisata berangkat ke berbagai destinasi wisata di sana. Kapal-kapal wisata terlihat menumpuk di sepanjang area berlabuh di pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Suasana perairan di belakang kapal-kapal wisata berlabuh juga terlihat lengang. Lalu lalang kapal wisata yang berangkat maupun pulang membawa turis dari TN Komodo dan destinasi lainnya tak lagi terlihat.

Penutupan total layanan kapal wisata ini berselang empat hari setelah kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar, TN Komodo. Kecelakaan kapal wisata ini mendapat perhatian luas hingga mancanegara. Korbannya adalah pelatih Tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, dan keluarganya.

Hingga kini, terdapat tiga korban kapal tenggelam yang belum ditemukan. Ketiga korban adalah Martin dan dua anak laki-lakinya. Adapun, satu putri Martin sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025). Sementara itu, istri dan anak bungsu Martin selamat dari insiden nahas itu.